Budi Pekerti

Aksi Kebaikan: Siswa Bersatu untuk Memenuhi Mimpi Satpam Kampus

Kebaikan
Kebaikan. (Getty Images)

Tindakan kebaikan mengingatkan kita akan rasa kemanusiaan kita bersama. Tindakan tersebut tidak harus berupa tindakan yang besar karena bahkan tindakan belas kasih yang kecil pun menunjukkan kepada kita nilai empati dan kemurahan hati yang melekat. Lebih mengharukan lagi ketika penerimanya berhak mendapatkan kebaikan; itulah yang terjadi pada Maret 2024.

Pada hari tersebut, James Mogaji, seorang satpam dari Nigeria yang bekerja di Universitas Providence di Rhode Island, terkejut ketika para siswa memberinya hadiah sebesar US$30.000. Mogaji bekerja di Raymond Hall, salah satu gedung kampus. Ketika para siswa dari gedung ini mengetahui bahwa dia tidak dapat mengunjungi keluarganya selama lebih dari satu dekade, mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu untuknya.

Koordinator mahasiswa, Brandon Reichart mengatakan kepada CBS News bahwa Mogaji menyapa semua orang dengan senyuman dan merupakan “jiwa paling baik yang pernah ditemui siapa pun di gedung ini.” Sekelompok siswa membuat halaman penggalangan dana online rahasia untuk Mogaji, dan dalam waktu seminggu, mereka telah mengumpulkan cukup uang untuk membiayai perjalanan mudiknya.

Halaman GoFundMe yang diatur oleh Brandon menyatakan bahwa dana tersebut akan membantu Mogaji membayar tiket, makanan, dan penginapannya di Nigeria. Namun, para donatur yang tulus tetap memberikan donasi hingga penggalangan dana dihentikan saat mencapai $30.000.

Dalam video mengharukan yang diposting online oleh CBS, Brandon dan teman-temannya memasuki kantor Mogaji dan mengejutkannya dengan sebuah tiket dan amplop.

“Kami memulai GoFundMe untuk menjaga diri kami sendiri karena itulah yang kami lakukan di sini, di PC. Selama saya berada di sini, mereka telah melakukan hal itu untuk saya; kami melakukan itu untuk satu sama lain, jadi sekarang kami melakukannya untuk anda,” kata Brandon, dengan James yang duduk di sana terkejut. “Anda adalah bagian dari keluarga, jadi hadiah kami untuk anda adalah perjalanan ke Nigeria,” tambahnya.

Air mata mengalir di wajah Mogaji, dan akhirnya, dia menutupi wajahnya dan jatuh ke tanah, menangis kegirangan. Ini adalah hadiah yang pantas untuk pria yang sangat berarti bagi para siswa di Universitas Providence. Ilmu pengetahuan juga berpihak pada peserta karena penelitian telah menunjukkan bahwa kebaikan memberikan manfaat bagi penerima dan pemberinya.

Manfaat Kebaikan:

Kebaikan Terasa Menyenangkan

Tindakan kebaikan sering kali dikaitkan dengan peningkatan perasaan sejahtera dan berkurangnya stres. Tindakan ini juga dapat meningkatkan jaringan dukungan bagi seseorang, meningkatkan harga diri, dan mendorong seseorang untuk lebih aktif. Ini semua adalah faktor penting dalam melepaskan rasa frustrasi dan mengurangi kecemasan dan stres.

Menciptakan Rasa Memiliki

Para siswa membantu James karena mereka percaya dia adalah “bagian dari keluarga mereka.” Kebaikannya kepada mereka membangun hubungan yang meningkat, dan itulah sebabnya mereka merasa perlu untuk mendukung salah satu dari mereka.

Membantu Orang Berpikir Positif

Kebaikan terhadap diri sendiri atau orang lain berjalan seiring dengan rasa syukur. Anda tidak bisa bermurah hati jika anda tidak menghargai hal-hal kecil (dan besar) dalam hidup anda. Dengan rasa syukur muncullah optimisme, kebahagiaan, dan kepuasan.

Kebaikan Dapat Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Membantu Menurunkan Resiko Diabetes

Kesejahteraan psikologis adalah penangkal yang sangat baik terhadap penyakit kardiovaskular dan diabetes. Menurut sebuah penelitian, penderita diabetes tipe 1 dan 2 yang mempraktikkan kebaikan dan kasih sayang pada diri sendiri selama delapan minggu mengalami penurunan stres yang terkait dengan penyakit mereka. Singkatnya, mereka mulai mempunyai pandangan positif, mendorong optimisme dan kebiasaan makan dan olahraga yang lebih baik.

Dosis Kebaikan yang Sehat

Kelli Harding, MD, MPH, adalah asisten profesor klinis psikiatri di Columbia University Irving Medical Center di New York City dan penulis The Rabbit Effect: Live Longer, Happier, and Healthier With the Groundbreaking Science of Kindness. Dalam sebuah wawancara tentang kebaikan, dia mengatakan kepada Everyday Health:

“Kebaikan menciptakan hubungan sosial yang positif, yang menurunkan tekanan darah, kortisol, dan stres. Manusia melakukan yang terbaik dengan dukungan sosial alias kebaikan setiap hari. Saya berharap saya dapat meresepkan memberi dan menerima kebaikan setiap hari untuk semua pasien saya.”

Pernyataan Harding itu benar karena semakin banyak kita berbuat untuk orang lain, semakin banyak pula yang kita lakukan untuk diri kita sendiri. Seperti yang disebutkan, anda tidak perlu berlebihan dengan sikap baik anda. Kisah James Mogaji adalah contoh sempurna tentang bagaimana kita bisa bersikap baik dan murah hati sesuai kemampuan kita dan tetap memberi pengaruh pada orang-orang yang kita temui. Ingat, manfaat membantu orang lain akan bertahan lama setelah tindakan kebaikan itu sendiri. (nspirement)

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI