Budi Pekerti

Apa Rahasia Menemukan Kebahagiaan?

Menemukan kebahagiaan (Getty Images via Canva Pro)
Menemukan kebahagiaan (Getty Images via Canva Pro)

Kita sering berpendapat bahwa orang lain lebih bahagia daripada kita, tapi benarkah?

Jadi saat kita mempertimbangkan hidup kita sendiri, kita mungkin bertanya pada diri sendiri, bagaimana kebahagiaan ditemukan?

Sebuah survei dilakukan untuk menentukan orang seperti apa yang paling bahagia di dunia.

Diantara puluhan ribu tanggapan, empat yang menonjol: seorang seniman berdiri bersiul sambil mengagumi pekerjaan yang baru saja diselesaikannya, seorang ibu memandikan bayinya, seorang anak yang membangun istana pasir, dan seorang dokter yang menghabiskan beberapa jam dengan susah payah mencoba untuk menyadarkan kembali pasien yang sakit dan secara ajaib berhasil.

Kebahagiaan dicapai dengan hanya melihat jauh ke dalam hati anda untuk menemukan dan merasakan kualitas batin yang positif dan menyenangkan dan kemudian berbagi dan mengungkapkannya tanpa syarat dengan orang lain di sekitar anda.

Berikut ini adalah dua kisah yang menggambarkan bagaimana kebahagiaan ditemukan.

Penyair

Suatu ketika, ada seorang penyair berbakat yang hidup berkecukupan. Dia memiliki istri yang baik yang telah memberinya seorang putra, tetapi dia merasa tidak bahagia.

Dia meminta kepada Tuhan untuk membantunya menemukan kebahagiaan. Tuhan pertama-tama mengambil semua hartanya dan kemudian mengambil istrinya. Anaknya juga diambil darinya, dan akhirnya, ia kehilangan bakatnya sebagai penyair. Penyair itu sangat putus asa.

Sebulan berlalu, dan Tuhan mengembalikan segalanya kepadanya lagi. Penyair memeluk istri dan anaknya. Dia berlutut di kaki Tuhan untuk waktu yang lama dan berterima kasih kepada-Nya dengan tulus karena memberikan kebahagiaan yang pernah dia cari.

Orang miskin

Seorang pria miskin tinggal disebuah rumah kecil. Rumah itu sangat padat karena empat generasi keluarga itu tinggal bersama.

Dia meminta Tuhan untuk membantunya keluar dari kesulitan mereka. Tuhan meminta agar dia menempatkan semua ayam dan bebeknya di dalam rumah.

Selama seminggu, pria malang itu disiksa oleh kondisi hidup yang tak tertahankan dan menjadi lebih sengsara.

Sekali lagi, dia mendekati Tuhan dan meminta bantuan. Tuhan meminta orang miskin itu untuk memindahkan hewan ke luar rumah dan kemudian datang dan melihatnya dalam seminggu.

Seminggu kemudian, lelaki malang itu berlutut di kaki Tuhan dan berterima kasih pada-Nya dengan tulus karena telah memberinya kebahagiaan, yang dia rasa sebelumnya tidak pernah dia dapatkan.

Kehilangan dan memperoleh

Tuhan tidak memberi kedua orang dalam dua cerita ini sesuatu materi, melainkan, Dia membuat mereka mengalami perasaan kehilangan dan memperoleh. Mereka tercerahkan oleh prinsip ini dan mulai menghargai apa yang telah mereka miliki.

Sebagai orang yang cerdas, renungkan pertanyaan ini: Jika saya kehilangan segala sesuatu yang menyebabkan ketidakbahagiaan saya, apa yang akan saya peroleh?

Untuk menjawab pertanyaan ini, dengan setiap kerugian, ada perolehan, di setiap perolehan, ada kerugian, dan dengan setiap akhir datanglah awal yang baru. (nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI