Site icon NTD Indonesia

Api Bisa Menempa Baja

Api dan baja

Api dan baja. (Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi).

Filsuf Mencius (Mengzi) berkata bahwa seseorang akan menikmati kemakmuran selama bertahan dalam bencana dan penderitaan, sebaliknya seseorang akan lenyap binasa saat hidup dalam kemudahan dan kenyamanan. Tetapi, pada zaman modern ini, orang-orang cenderung suka bersantai dan cari gampangnya. Padahal, Api bisa menempa baja, kesulitan bisa menempa jiwa seseorang menjadi tangguh.

 Orang-orang mencoba untuk mencari kesenangan dan melarikan diri dari penderitaan. Mencius berkata bahwa saat Langit akan menganugerahkan tanggung jawab besar kepada seseorang, orang tersebut harus mempelajari tentang kepahitan dan penderitaan, dihadapi kelaparan dan kemiskinan, dan mengalami ketidakpastian dalam hidupnya. Semua ini menstimulasi pikiran, memperkuat naluri, dan membangun potensi besar dari dirinya.

Mencius berkata manusia membuat kesalahan agar bisa memperbaiki diri mereka sendiri berdasarkan dari pengalaman sebelumnya. Saat mereka berada dalam kesulitan dan kebingungan, mereka akan bangkit dan mengapai hasil yang besar.

Saat manusia sudah melihat, mendengar, dan mengalami kesulitan, mereka bisa memahami dan bangkit mencapai pencapaian yang baru. Kesulitan dan bencana bisa membantu seseorang menumbuhkan bakat besar, sementara bersantai dan kenyamanan bisa membawa hasil yang sebaliknya.

Pada zaman Tiongkok modern, demi perbaikan kondisi ekonomi, banyak orang belum mengalami kesulitan, khususnya mereka yang tumbuh besar di bawah kebijakan satu anak. Anak-anak ini perlahan-lahan telah tumbuh sifat mementingkan diri sendiri dan menjadi seorang yang berkarakter ingin menguasai.

Dalam banyak pikiran manusia, mengejar kesenangan dan kebahagiaan adalah tujuan utama dari kehidupan manusia. Mereka ingin menuai tanpa menabur dan mengejar kesuksesan siang malam dan kemewahan yang ekstrem. Banyak anak muda yang tidak ingin bekerja keras dan banyak mengeluh mengenai banyak hal dalam hidup mereka. Mereka merasa benci dan marah kapan pun mereka berhadapan dengan kesulitan yang sangat kecil dalam kehidupan, tidak mau berupaya di tempat kerja, dan merasa mereka telah dimanfaati oleh orang lain.

Kesulitan bukan sebuah hal yang buruk, karena seseorang bisa membangkitkan kemauan kuat, dan ia bisa menguatkan pikiran seseorang dan membantu seseorang agar berhasil. Faktanya, kebanyakan hal yang bagus bagi orang-orang adalah kurang nyaman. Sebagai contoh, setelah olahraga sangatlah capek dan makan waktu, tetapi olahraga ini sangatlah baik bagi kesehatan seseorang.

Boss yang tegas mungkin tidak menyenangkan tetapi bisa membantu para staff bekerja dengan cermat dan efisien. Obat yang bagus terasa lebih pahit karena ia membawakan penyembuhan, dan nasihat yang tidak enak membantu orang-orang melihat kesalahan mereka dan melakukan berbagai hal dengan lebih baik.

Orang-orang memiliki karma, yang mendatangkan kesulitan. Menahan kesulitan bisa melenyapkan karma. Jika seseorang belum pernah menahan kesulitan tetapi hanya menikmati kebahagiaan, hasilnya akan mungkin kebalikannya.

“Melenyapkan bencana lebih awal, menyembuhkan penyakit lebih awal, dan menahan kesulitan lebih awal adalah suatu hal yang baik. (id.minghui.org)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI