Site icon NTD Indonesia

Bagaimana Mengembangkan Budaya Etika dalam Bisnis Kecil Anda

Memiliki budaya yang kuat berdasarkan etika sangat penting dalam mengembangkan bisnis yang tahan lama. Hanya dengan demikian bisnis kecil akan mempertahankan karyawan berkualitas tinggi dan mempertahankan produktivitas maksimum. Untuk mengembangkan budaya etis di kantor anda, cobalah ide-ide berikut.

Fokus pada Hubungan Pribadi

Karena bisnis kecil memiliki lebih sedikit karyawan, menjadi mudah untuk mengembangkan dan menegakkan kerangka kerja etis. Karyawan akan lebih dekat satu sama lain dan seluruh tenaga kerja akan menjadi unit yang terjalin erat. Sebagai akibatnya, karyawan akan lebih memperhatikan perilaku secara etis karena mereka tidak ingin kehilangan muka di depan orang lain ketika kedapatan melakukan sesuatu yang salah.

“Usaha kecil berkembang dengan hubungan pribadi. Ketika hubungan itu kuat dan pelanggan merasa dilayani dengan baik, kepercayaan akan tinggi. Tetapi jika ada masalah dalam bisnis kecil, itu terjadi pada tingkat pribadi yang dapat merusak kepercayaan pada tingkat organisasi … Dalam organisasi yang lebih kecil, anda dapat mengambil pendekatan yang lebih pribadi untuk membentuk budaya etis anda … Kepemimpinan mungkin memiliki koneksi lebih langsung ke populasi karyawan karena ukuran organisasi yang lebih kecil. Akan lebih mudah untuk menyelaraskan tim di sekitar tujuan bersama dan serangkaian nilai-nilai”, Katie Lawler, Kepala Etika Staf pada Bank A.S., mengatakan kepada Forbes.

Tulis Aturannya

Penting bagi anda untuk menuliskan aturan yang perlu diikuti di kantor. Hanya membacakan peraturan untuk karyawan dan menyetujui secara lisan tidak cukup.

Anda harus meminta karyawan untuk menandatangani dokumen yang berisi daftar aturan. Ini memberi tekanan pada pekerja untuk mematuhi peraturan karena mereka secara pribadi setuju untuk mengikutinya. Siapkan poster besar yang menguraikan aturan etis dan letakkan di dinding dimana semua orang di kantor sering melihatnya.

Tidak ada Standar Ganda

Jika seorang karyawan melakukan sesuatu yang salah dan hukumannya mengharuskan pemutusan hubungan kerja, maka pemilik harus memberhentikan karyawan itu tidak peduli seberapa dekat mereka secara pribadi. Membiarkan hubungan dan emosi mengaburkan keputusan adalah dimana aturan etis dibengkokkan demi keuntungan beberapa orang. Seorang pemimpin yang baik harus selalu memastikan bahwa tidak ada standar ganda ketika memperlakukan karyawan.

Beri Penghargaan atas Kinerja

Cara mudah untuk mengembangkan budaya etis adalah dengan memberi penghargaan kepada karyawan atas kinerjanya. Sebuah studi tentang penghargaan karyawan menemukan bahwa insentif semacam itu akhirnya memotivasi pekerja untuk berkinerja lebih baik. Tetapi ketika hadiah ditunda, karyawan merasa kurang termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Ketika pekerja merasa bahwa upaya mereka dihargai, mereka akan lebih bersedia untuk mematuhi kerangka etika bisnis.

Berikan Contoh

Jika bisnis dijalankan oleh pemilik yang tidak mendapatkan respek dari karyawan, maka bisnis itu tidak akan bertahan lama. Dengan memiliki integritas dalam segala hal yang anda lakukan, selalu memenuhi janji, membuat keputusan tanpa memihak, dan memberi imbalan yang pantas kepada karyawan sesuai dengan kinerjanya, respek dari karyawan akan didapat.

Para karyawan akan mulai merasa bangga untuk bekerja pada orang yang demikian. Sebagai akibatnya, mereka akan secara ketat mematuhi aturan etis atas kemauan mereka sendiri. Jadi, jadilah contoh dari apa yang anda harapkan dari karyawan anda dan mereka akan bertindak secara etis yang dibutuhkan oleh bisnis anda. (visiontimes/bud/chr)