Site icon NTD Indonesia

Bagaimana Pemilik Restoran Memperoleh Banyak Pelanggan

penjual bubur

penjual bubur. (Image: DaiLuo via flickr / CC BY 2.0 )

Zhang Jin-so adalah pemilik restoran sup ayam di Tiongkok. Setiap hari dia bangun sebelum matahari terbit untuk menyiapkan sup ayam dan makanan lainnya.

Suatu pagi yang ramai, toko dipenuhi pelanggan yang memesan sarapan. Seorang ibu yang lumpuh masuk bersama putranya dan memesan sup dan roti kukus. Sang ibu meminta putranya untuk makan cepat sehingga dia tidak akan terlambat ke sekolah.

Tetapi setelah mereka selesai makan, mereka terburu-buru pergi tanpa membayar. Istri Zhang Jin-so ingin mengejar mereka, tetapi Zhang mengatakan jangan. “Apakah kamu kenal mereka?”, tanya istrinya. Zhang menggelengkan kepalanya dan berkata:

“Mereka pasti memiliki sesuatu yang mendesak untuk dilakukan, jadi mereka lupa membayar; biarkan mereka pergi. “

Seorang pelanggan di restoran melihat kejadian itu dan menawarkan untuk membayar makanan mereka, tetapi Zhang menolak. Setelah mendengar ini, istri Zhang mengecam suaminya karena terlalu murah hati. Istrinya mengingatkan Zhang dan memberi tahu pelanggan lain di restoran alasan mereka bekerja sangat keras, karena putri mereka memiliki masalah dengan jantung bawaan.

Istri Zhang tidak mau menjadi orang pelit, tetapi kondisi ini memaksa mereka harus menabung setiap yuan untuk perawatan medis putri mereka. Dokter memberi tahu mereka jika terapi terlambat dilakukan, maka kondisi putri mereka akan memburuk.

Semua pelanggan di restoran yang mendengar ceritanya tertegun. Pelanggan yang akan membayar tagihan ibu tadi mengeluarkan 50 yuan dan meminta Zhang untuk menyimpan kembaliannya.

Zhang tersentuh; namun dia tetap mengembalikan uang itu sambil berterimakasih atas sikap simpati pelanggan. Pada saat bersamaan, ibu tadi belum bayar datang kembali dan berkata kepada pemilik restoran:

“Saya tidak ingat apakah saya sudah membayar makanan tadi atau belum, jadi saya kembali untuk memastikannya.”

Zhang tersenyum dan berkata: “Belum, ibu belum membayar.” Sang ibu menjawab dengan lembut: “Kenapa kamu tidak memanggil saya untuk membayar ketika saya pergi?”

“Karena kamu lumpuh dan hidup tidak mudah bagimu dan anakmu. saya khawatir jika saya melakukan itu, ibu mungkin akan merasa malu. “

Semua pelanggan di restoran bertepuk tangan setelah mendengar kata-katanya. Zhang ingin menyelamatkan wajah sang ibu. Sang ibu terharu hingga menangis dan berterima kasih kepada Zhang. Setelah bersikeras membayar makanannya, dia berkata:

“Kamu sangat baik dan saya ingin mengucapkan terima kasih atas nama putraku dan diriku sendiri.”

Keesokan harinya ketika Zhang keluar dari dapur untuk membuka restoran, dia melihat antrean panjang orang menunggu di luar pintu. Dia terkejut dan bertanya mengapa mereka mengantri untuk makan di restorannya. Dia diberi tahu bahwa sang ibu yang kemarin ternyata seorang reporter surat kabar lokal dan dia menulis sebuah artikel tentang kebaikan Zhang dan berharap orang-orang agar membalas kebaikan Zhang dengan makan di restorannya.

Sejak hari itu, restoran kecil Zhang Jin-so adalah tempat makan paling populer di lingkungan tersebut. (visiontimes/bud/ch)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI