Budi Pekerti

Belajar Dari Master: Filosofi Bruce Lee

Bruce Lee
Bruce Lee. @Pixource/ Pixabay

Pengaruh Bruce Lee pada seni bela diri modern tidak dapat disangkal. Gagasannya tentang seni bela diri tidak berakar pada kekerasan. Fondasinya berakar kuat dalam filsafat yang bijak dan memberi informasi pada dunia yang mengedepankan keunggulan pribadi.

Jadilah Seperti Air

Suatu hari ketika Lee merenungkan ajaran gurunya, ia menjadi frustrasi. Lee tidak dapat memahami esensi sebenarnya dari apa yang diajarkan gurunya kepadanya. Karena kesal, Lee mulai meninju air. Dia melihat bahwa air terpencar dan tak lama tenang kembali. Tiba-tiba, Lee mendapatkan inspirasi. Meskipun pada awalnya air terlihat lemah, hampir tidak mungkin menyebabkan kerusakan padanya. Lee menyadari bahwa ahli bela diri harus seperti air – setiap kali seseorang dihadapkan dengan kekerasan, mereka harus mengalihkan energi itu, dan tidak menentangnya dengan keras.

Pikiran negatif

Bruce Lee punya pendapat bagus tentang bagaimana pikiran yang penuh dengan pikiran-pikiran negatif akhirnya menjadi persepsi orang tersebut. “Pikiran itu seperti taman yang subur – ia akan menumbuhkan apa pun yang ingin anda tanam – bunga yang indah atau gulma. Demikian juga dengan pikiran-pikiran positif atau pikiran-pikiran negatif.

Pikiran-pikiran negatif akan mencekik yang lain, seperti rumput liar. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran kita karena itu adalah rumput liar yang mencekik kepercayaan diri”, katanya suatu kali. Lee sangat percaya pada tanggung jawab atas tindakan seseorang, dan personifikasi kepercayaan diri.  

Kosongkan Cangkirnya

Mencoba memahami sesuatu dengan konsep yang sudah terbentuk sebelumnya tidak akan pernah memungkinkan seseorang untuk mengumpulkan pengetahuan yang sebenarnya. Lee menginstruksikan orang untuk: “Kosongkan cangkir anda sehingga dapat diisi; menjadi tanpa tujuan untuk mendapatkan totalitas”. (dikutip dari Goodreads) Dia biasa menceritakan kisah pertemuan antara seorang cendekiawan Barat dan seorang Guru Zen.

Saat Sang Guru Zen menuangkan teh untuk tamunya itu, sang cendekiawan Barat mulai berbicara tanpa henti tentang pengetahuannya tentang Buddhisme Zen. Jelas bahwa sang cendekiawan didorong oleh keinginan untuk memamerkan pengetahuannya daripada belajar sesuatu dari Sang Master. Ketika cangkir telah penuh, Sang Master Zen terus menuangkan teh, dan teh mulai meluap. Terkejut, cendekiawan itu bertanya kepada Sang Guru Zen mengapa dia terus menuangkan teh. Master Zen menjawab bahwa cendekiawan itu seperti cangkir tersebut dan sang master tidak akan bisa mengajarinya apa pun sampai ia mau melepaskan idenya sendiri.

Manfaat Suatu Cita-cita

Bruce Lee memiliki pemahaman yang mendalam tentang mengapa cita cita (tujuan hidup) adalah hal penting dalam kehidupan. Dia menyadari bahwa meskipun seseorang mungkin tidak dapat mencapai setiap cita cita, faktanya adalah bahwa cita cita itu perlu untuk memotivasi orang tersebut untuk terus berusaha. Dengan mengejar sesuatu di luar apa yang anda miliki, anda mendorong diri anda untuk menjadi lebih baik, belajar lebih tekun, berusaha lebih maksimal. (visiontimes/bud/ch)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor

situs slot gacor