Budi Pekerti

Belajar Menerima Kritikan Orang Lain

2 Wanita
2 Wanita. @Pexels

Pada suatu pertemuan reuni dengan kawan SMA, ada seorang gadis cantik tanpa henti mengeluh kelakuan majikannya. Gadis ini berkata, majikannya adalah seorang nenek Prancis yang kuno, selalu memerintah dia melakukan ini dan itu, mengatakan pekerjaannya tidak beres; mencemooh pengucapan bahasa Prancisnya tidak tepat.

Gadis cantik ini mengatakan nenek Prancis ini adalah seorang nenek tua dan tidak bisa berjalan, putrinya bekerja disebuah perusahaan di Shanghai, putrinya karena ingin merawat ibunya, membawa ibunya ke Shanghai, lalu menggaji seorang mahasiswi yang dapat berbahasa Prancis sebagai pengasuh ibunya. Tetapi banyak mahasiswi tidak tahan bekerja dengan nenek yang ceriwis ini, ada yang melarikan diri, ada yang tidak tahan dengan nenek yang cerewet ini bertengkar dengannya.

Ketika gadis cantik ini dengan marah menceritakan hal nenek yang cerewet ini, pada saat ini temannya, seorang gadis gemuk datang kehadapannya, dengan suara berbisik berkata, “Apakah engkau tidak ingin bekerja lagi dengan nenek Prancis, jika engkau mengundurkan diri, apakah bisa engkau memberikan tugas menjaga nenek Prancis ini kepada saya.”

Gadis cantik setelah mendengar berkata, “Baik, dengan senang hati.” Kemudian ia mempertemukan temannya ini dengan bosnya.

Akhirnya, gadis gemuk ini bekerja menjaga nenek Prancis. Dalam hati gadis cantik ini berkata, “Apakah engkau bisa tahan dengan nenek yang ceriwis ini.”

Tetapi siapapun tidak menduga, gadis gemuk ini setelah bekerja menjaga nenek ini, dalam waktu beberapa bulan, dia dapat bergaul dengan akrab dengan nenek ini, yang lebih membuat orang terheran adalah, nenek ini menyemangati agar gadis gemuk ini dapat pergi studi ke Prancis.

Tidak berapa lama kemudian, gadis ini mendapat undangan dan beasiswa dari sebuah perguruan tinggi di Prancis. Pada musim semi tahun depan dia bisa pergi kuliah ke Prancis.

Banyak orang merasa heran. Gadis gemuk ini menjelaskan, “Nenek ini memang cerewet, pada bulan pertama ketika saya menjaganya, dia selalu mencemoh perbuatan saya semuanya tidak benar. Seperti postur berjalan saya salah, cara duduk saya salah,… pada suatu ketika saya membantunya mengambil sepotong pizza, saya mengambilnya dengan tangan langsung diberikan kepadanya, nenek sangat marah, dia berkata saya tidak mempunyai sopan santun, dia berkata seharusnya saya menyajikan pizza di piring baru diberikan kepadanya. Pada saat itu, airmata saya hampir menetes. Saya sangat ingin mengundurkan diri. Tetapi setelah saya berpikir ini adalah kesalahan saya, mengambil makanan dengan tangan langsung diberikan kepada orang lain memang tidak pantas.

Ia awalnya tidak bisa menerima teguran, dia merasa teguran dari nenek sungguh terlalu pedas. Tetapi, ketika dia berpikir kembali, wajahnya menjadi merah. Nenek mengkritik postur berjalannya yang salah, dia pulang ke rumah bercermin, memang benar cara berjalannya sangat jelek; ketika nenek mengkritik cara duduknya salah, dengan teliti dia memperhatikan cara duduknya, dia menyadari ketika duduk kedua pahanya tidak merapat, memang kelihatan tidak sedap dipandang; ketika nenek mengatakan pandangan matanya tidak benar, dia diam-diam memperhatikan dirinya dicermin, benar saja ketika dia memandang orang lain selalu dengan curiga…..

Rupanya, semua yang dikatakan nenek semuanya adalah hal yang sebenarnya. Tetapi karena harga diri, didalam hatinya menolak kritikan orang lain.

Akhirnya, gadis gemuk ini mengetahui latar belakang nenek ini, dia lahir di Lyon dari keluarga bangsawan, dari kecil sudah dididik dengan pendidikan sopan santun berwibawa dari kalangan arus utama, mengutamakan respek kepada orang lain, melakukan hal-hal yang terorganisir dengan baik.

Sejak dia mengetahui kekurangan dirinya sendiri, terhadap kritikan keras nenek ini dia memiliki pengalaman yang baru. Semua kritikan nenek tersebut, adalah kekurangan diri sendiri, jika memang demikian, kenapa dia tidak merubah dirinya sendiri?

Mulai saat itu, setiap nenek mengkritiknya, gadis gemuk ini akan dengan serius berpikir, apakah dirinya sendiri benar atau salah? Jika salah, dia akan berusaha dengan keras merubahnya. Dia juga membaca berbagai informasi tentang adat istiadat, hal-hal tabu dan kebiasaan orang Prancis.

Ketika nenek ulang tahun, gadis gemuk ini menghabiskan waktu beberapa jam untuk membuat hidangan tradisional Prancis yaitu steak panggang. Ketika gadis gemuk menghidangkan steak panggang yang lezat, mengucapkan selamat ulang tahun kepada nenek, nenek meneteskan air mata.

Nenek berkata, “Keponakan saya juga pernah membuat steak panggang untuk saya, di mata saya, engkau dan keponakan saya sama-sama cantik dan menarik.”

Pada saat ini, gadis gemuk menjadi terharu, hampir meneteskan air mata. Karena dia telah merawat nenek dalam jangka waktu yang lama, pertama kali nenek memujinya, bahkan menyamakan dia dengan keponakan kesayangannya.

Perlahan-lahan nenek mulai jarang mengkritik dia lagi, dia selalu duduk di ruang tamu mendengar nenek bercerita tentang masa lalunya, terkadang dia menambah beberapa patah kata. Ketika menceritakan hal-hal yang lucu menyenangkan, maka mereka berdua yang tua dan muda ini akan tertawa dengan gembira.

Pada suatu kesempatan, putri nenek dengan pandangan mata apresiasi memandang gadis gemuk ini, dengan tulus berkata, “Engkau sangat elegan dan sangat menarik.”

Rupanya, menerima kritik, mengubah diri sendiri, yang beruntung juga diri sendiri.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.



VIDEO REKOMENDASI

slot gacor