Meng Zong adalah seorang anak laki-laki yang berbakti kepada ibunya.
Suatu hari di musim dingin, ibu Meng Zong sakit. Dia kehilangan nafsu makan dan tidak ingin makan selama beberapa hari.
Setelah melihatnya, Meng Zong sangat khawatir. Dia berkata kepada ibunya, “Apa yang ingin ibu makan, aku akan memasaknya untukmu.”
Dengan suara lemah, ibunya berkata, “Saya ingin makan rebung dari bukit di belakang rumah kita, rebungnya sangat segar dan lezat.”
Meng Zong tercengang karena saat itu musim dingin dan tidak ada rebung sama sekali. “Apa yang harus saya lakukan?” dia bertanya-tanya dalam hati.
Meng Zong kehabisan ide dan pergi ke bukit di belakang rumah. Dia berdiri di sana dan menghela nafas. Sambil memikirkan bagaimana ibunya terbaring di tempat tidur, dia berpegangan pada pohon bambu dan menangis keras.
Rasa berbaktinya menggugah Langit dan Bumi. Tak lama kemudian, matahari terbit dan sinar matahari yang hangat dan cerah mencairkan salju.
Terdengar suara retakan tanah, dan beberapa rebung lembut tersingkap di antara celah. Meng Zong jadi bersemangat, ia segera mengambil beberapa rebung, dan berlari pulang.
Dia memasak semangkuk rebung dan menyuapi ibunya dengan sendok. Setelah memakan rebung, ibunya secara ajaib sembuh.
Pada saat itu, orang mengira bahwa rebung hanya tumbuh di musim semi karena terlihat di atas tanah dan dapat dengan mudah digali.
Setelah mendengar cerita Meng Zong, orang-orang menemukan bahwa rebung juga dapat ditemukan di musim dingin, tumbuh jauh di dalam tanah. (eva/shenyunshop)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini
VIDEO REKOMENDASI
