Site icon NTD Indonesia

Bersyukur

Seorang wanita dengan prestasi akademik yang bagus pergi ke sebuah perusahaan besar untuk melakukan wawancara terkait posisi eksekutif senior. Dia melewati beberapa wawancara dan akhirnya pimpinan perusahaan secara pribadi mewawancarainya untuk membuat keputusan akhir. Dari resume-nya, pimpinan mendapati nilai-nilai yang diperoleh dari SMA hingga sarjana sangat bagus.

Percakapan berikut berlangsung di kantor pimpinan saat wawancara terakhir:

“Apakah kamu pernah menerima beasiswa di sekolah?”

“Tidak.”

“Apakah ayah membiayai sekolahmu?”

“Ayah meninggal ketika saya berumur satu tahun. Ibu yang membayar semua biaya pendidikanku. ”

“Jadi, ibumu bekerja di perusahaan?”

“Ibuku mencuci pakaian untuk mencari nafkah.”

Pimpinan mendengarkannya dan meminta wanita itu untuk menunjukkan tangannya. Setelah memperhatikan tangannya, pimpinan bertanya: “Apakah Anda membantu ibumu mencuci pakaian?”

“Tidak pernah, ibuku selalu ingin saya belajar lebih banyak. Selain itu, ibu mencuci pakaian lebih cepat dari saya. “

“Saya punya permintaan, setelah kamu pulang hari ini, cuci tangan ibumu sekali dan kembali besok pagi untuk menemuiku.”

Wanita itu merasa ia akan mendapatkan pekerjaan itu. Setelah kembali ke rumah, dengan senang dia memberi tahu ibunya tentang wawancara hari ini dan kemudian mencuci tangan ibunya. Sang ibu sangat terkejut, tetapi ia membiarkan putrinya mencuci tangannya.

Awalnya, wanita itu senang ketika mencuci tangan ibunya, tetapi perlahan-lahan, air mata jatuh karena dia menemukan bahwa tangan ibunya penuh dengan kapalan, dan ada luka yang membuat ibunya sedikit meringis ketika tangannya terkena air.

Untuk pertama kalinya, wanita itu menyadari bahwa ibunya menggunakan tangannya setiap hari, mencuci satu per satu untuk membayar uang sekolahnya. Setelah mencuci tangan ibunya, diam-diam dia mencuci semua pakaian untuk ibunya. Malam itu, mereka berbicara sangat lama.

Esok hari, wanita itu pergi menemui pimpinan. Pimpinan menatap mata merah si wanita dan bertanya: “Katakan padaku, apa yang kamu lakukan kemarin setelah sampai di rumah?”

“Saya mencuci tangan ibuku dan saya membantu ibuku mencuci sisa pakaian.”

“Tolong katakan padaku, bagaimana perasaanmu?”

“Pertama, saya belajar untuk bersyukur. Tanpa ibu, saya tidak bisa menjadi seperti saya sekarang. Kedua, saya belajar melewati hidup dan bekerja sama dengan ibu untuk memahami kesulitannya. Ketiga, saya sekarang memahami arti cinta keluarga.”

Pimpinan itu tersenyum. “Saya hanya ingin memiliki seseorang yang bisa bersyukur, yang mengerti kerja keras orang lain, tetapi tidak menganggap uang sebagai tujuan pertama dalam hidup. Kamu diterima di sini!” (Yi Ming/visiontimes/eva)