Budi Pekerti

Dalam Kelemahan Palsu Sesungguhnya adalah Kekuatan

Pemanah disabilitas
Pemanah disabilitas. (Photo by Audi Nissen on Unsplash)

Dalam ceramahnya, Brené Brown, seorang peneliti ilmu sosial, menyoroti tentang “kelemahan palsu” dan membagikan kisah pribadinya tentang bagaimana “ketidakpastian” menjadi inti dari pertumbuhan dan pencerahan pribadinya sendiri dalam penelitiannya.

Dalam karirnya, Brené memiliki misi untuk mendekonstruksi “rasa malu”, sebuah keyakinan yang membuat orang merasa tidak pantas untuk dicintai dan memiliki hubungan dengan orang lain. Dia ingin mengetahui alasan mengapa beberapa orang tidak suka / mau bersosial (bergaul), sementara yang lain dengan bebas bergaul (bersosial). Brené menganggapnya hal ini tidak layak dan aneh.

KETAKUTAN TIDAK ‘LAYAK’ UNTUK DIMILIKI JADI BERHENTILAH MEMILIKINYA.

Ketika Brené mengalami krisis pribadi, hidupnya terguncang keras dan mendorongnya menjadi sadar untuk mengubah hidupnya.

Setelah jeda dari krisis pribadinya, dia tiba-tiba menyadari bahwa orang-orang yang mengalami hubungan sosial yang baik merasa nyaman dengan kelemahan mereka. Sedangkan, orang yang merasa malu dan tidak berharga, dan merusak hubungan mereka dengan orang lain, mereka sebenarnya merasa sangat tidak nyaman dengan kelemahan mereka dan tidak menerimanya. Mereka mungkin mencoba untuk mengimbangi perasaan tidak nyaman ini dengan menjadi agresif, mengasingkan diri, atau menjadi terlalu menghakimi dan kritis terhadap diri mereka sendiri, sementara yang lainnya mencoba berjuang untuk menjadi sempurna, namun tidak pernah dapat memenuhinya.

Perilaku dan perasaan ini merusak harga diri dan mengganggu keterbukaan dan integritas hubungan nyata dengan orang lain.

Dari penelitiannya selama bertahun-tahun, telah mengumpulkan data dari ribuan orang, Brené mengidentifikasi ciri-ciri umum orang-orang yang dapat menerima kelemahan mereka. Dari daftar ini, kita dapat mengambil beberapa wawasan berharga.

Ciri-ciri Orang yang Menerima Kelemahan Mereka:

  • Mereka memiliki keberanian untuk membiarkan diri mereka tidak sempurna.
  • Mereka mampu bersikap baik dan berbelas kasih kepada diri mereka sendiri, serta orang lain.
  • Mereka apa adanya.
  • Mereka merangkul kelemahan mereka, dan bahkan melihat keindahan di dalamnya.
  • Mereka menyadari bahwa kelemahan adalah bagian penting dari kehidupan.
  • Mereka memahami bahwa setiap orang berjuang dengan kelemahannya.
  • Mereka telah melihat bahwa kelemahan dapat menjadi sumber dari banyak hal positif, seperti inspirasi dan kegembiraan.

Menerima Suatu Kebaikan Bersaman dengan Keburukannya

Dalam ceramahnya, Brené membahas bagaimana hidup mengandung perasaan positif dan negatif; Anda tidak bisa menolak yang buruk dan hanya menikmati yang baik. Dibawah ini adalah salah satu kutipannya:

ANDA TIDAK DAPAT MENGALAMI MANIS TANPA KEPAHITAN.

Oleh karena itu, bersikap selektif terhadap apa yang ingin anda rasakan akan menghilangkan semua makna hidup, serta pelajaran penting yang dapat anda pelajari di sepanjang jalan.

Tampaknya paradoks untuk berpikir bahwa untuk mengalami kekuatan dan integritas dalam diri anda, anda harus terlebih dahulu merangkul kelemahan dan ketidakpastian. Tapi saya kira jika hidup selalu mudah dan anda tidak pernah harus berjuang, anda akan jarang menemukan kesempatan untuk belajar dan tumbuh. (inspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI