Site icon NTD Indonesia

Dampak Menakjubkan dari Pikiran Kita

isi pikiran (©freepik)

isi pikiran (©freepik)

“Tidak ada yang bisa menyakitimu sebanyak pikiranmu sendiri yang tidak dijaga.” -Buddha

Sama seperti awan yang mengambang di langit sore, banyak pikiran datang dan pergi setiap hari. Faktanya, sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa rata-rata orang memiliki lebih dari 6.000 pikiran per hari. Itu jumlah banyak sekali!

Tetapi berapa banyak dari kita yang pernah berhenti untuk benar-benar memeriksa pikiran kita? Dan apakah kita sudah mempertimbangkan pikiran kita tersebut menguntungkan atau merugikan kita?

Psikiater dan peneliti Amerika terkenal Dr. David R. Hawkins membantu menyoroti topik ini. Dia menghabiskan bertahun-tahun mempelajari dampak pikiran terhadap diri sendiri, dan khususnya, pada kesehatan kita. Hawkins percaya bahwa pikiran bergetar pada frekuensi tertentu, dan setelah bertahun-tahun penelitian, dia menyimpulkan bahwa “seseorang tidak akan sakit ketika frekuensi pikirannya di atas 200.”

Dr. Hawkins menemukan bahwa orang yang sakit umumnya memiliki banyak pikiran negatif. Misalnya, mereka menyimpan dendam, kebencian, dan suka mengeluh serta menyalahkan orang lain. Ini menghabiskan banyak energi mereka, membuat mereka rentan terhadap berbagai jenis penyakit.

Kurangnya cinta dapat menyebabkan penyakit

Frekuensi getaran yang dikatakan oleh Hawkins juga disebut sebagai “medan magnet.” Menurut Dr. Hawkins, orang sakit karena mereka kekurangan pikiran positif yang baik, seperti kasih sayang, cinta, dan toleransi, dan ini menciptakan medan magnet yang rendah atau buruk.

Hawkins berkata: “Saya tahu mengapa pasien ini sakit. Itu karena mereka diselimuti penderitaan, kebencian, dan kesedihan, tanpa perasaan cinta.”

Cinta, juga dikenal sebagai belas kasih, membawa frekuensi getaran yang sangat tinggi, sedangkan pikiran negatif, seperti kebencian, kemarahan, ketakutan, depresi, dan kesedihan, membawa frekuensi getaran yang rendah. Jadi, belas kasih kita untuk orang lain tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu kita sendiri.

Menurut indeks getaran, frekuensi tertinggi yang diukur adalah 1.000, sedangkan yang terendah adalah 1. Frekuensi getaran tertinggi yang disaksikan Dr. Hawkins pada manusia adalah 700, dan mereka bahkan mampu mempengaruhi medan magnet di sekitar mereka.

Hawkins mengatakan bahwa ketika seseorang memiliki frekuensi getaran yang tinggi, dia membuat hal-hal di sekitarnya menjadi indah dan damai. Untuk seseorang dengan banyak pikiran negatif, dan dengan demikian frekuensi getaran rendah, medan magnet di sekitarnya buruk. Hawkins mengatakan bahwa frekuensi getaran yang dibawa seseorang juga memengaruhi orang-orang dan benda-benda di sekitarnya.

Hal ini juga dialami oleh ahli neuroanatomi Dr. Jill Bolte Taylor. Setelah menderita stroke parah pada tahun 1996, dia menjadi sangat sensitif akan energi orang lain. Dalam bukunya My Stroke of Insight, dia menuliskan bahwa sangat terpengaruh sehingga dia menggantungkan karton di atas ranjang rumah sakitnya yang berbunyi: “Bertanggung jawablah atas energi yang Anda bawa ke dalam ruangan.”

Apa manifestasi dari berbagai tingkat getaran?

Setelah mensurvei orang-orang dari berbagai ras di seluruh dunia, Hawkins sampai pada kesimpulan yang sama ? selama frekuensi getaran seseorang di bawah 200, mereka akan sakit; jika frekuensi mereka lebih dari 200, mereka tidak akan sakit.

Orang dengan frekuensi getaran lebih dari 200 memiliki karakteristik yang sama. Mereka berbelas kasih, penuh kasih, toleran, dan lembut; mereka melakukan perbuatan baik dan menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Beberapa dari kebajikan ini mencapai tingkat 400 hingga 600, dengan keberanian pada 200, akal pada 400, cinta pada 500, dan kedamaian pada 600.

Sebaliknya, mereka yang memiliki getaran rendah cenderung penuh kebencian, marah, mencela, iri hati, cemburu, menuntut, mementingkan diri sendiri, egois, minim empati dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.

Frekuensi getaran rasa malu, misalnya, memiliki tingkat 20, sedangkan sikap apatis memiliki tingkat 50. Memiliki banyak pikiran negatif atau buruk akan secara signifikan menurunkan tingkat frekuensi getaran Anda, dan pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit serius, seperti kanker dan penyakit jantung.

Dr Hawkins memahami bahwa pikiran kita memiliki dampak yang luar biasa pada kesehatan kita. Sikap positif dan optimis, bersama dengan hati yang baik dan penuh kasih, sangat penting tidak hanya untuk kesehatan Anda sendiri, tetapi juga untuk memberikan dampak positif pada dunia di sekitar Anda.

Jika Anda ingat untuk “bertanggung jawab atas energi yang Anda bawa ke dalam ruangan”, Anda dapat melakukan bagian kecil Anda sendiri untuk membantu membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.(nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI