Site icon NTD Indonesia

Dua Penebang Kayu

Penebang Kayu (Picture by Winslow Homer)

Penebang Kayu (Picture by Winslow Homer)

Seorang penebang kayu muda sedang memotong kayu di gunung. Tak lama kemudian seorang penebang kayu tua datang untuk bekerja di gunung yang sama. Saat malam tiba, penebang muda terkejut melihat penebang tua telah memotong lebih banyak kayu meskipun dia datang lebih lambat. Penebang muda diam-diam memutuskan bahwa dia akan datang lebih awal di pagi berikutnya.

Keesokan harinya, si penebang muda pagi-pagi telah bekerja di hutan. Dia  berpikir, “Saya akan menang kali ini.” Ketika dia membawa potongan kayunya ke gubuk, dia menemukan penebang tua telah mengalahkannya lagi.

Pada hari ketiga, penebang muda memutuskan bahwa dia tidak hanya akan datang lebih pagi, tapi juga pulang lebih lambat. Dia berpikir tentu akan menang kali ini. Namun, si penebang tua kembali mengalahkannya. Hal yang sama terjadi pada hari keempat dan kelima.

Pada hari keenam, si penebang muda tidak dapat menahan diri lagi dan mengajukan pertanyaan ke penebang tua, “Saya mulai bekerja lebih awal dan berhenti bekerja lebih lambat dari anda. Bagaimana anda setiap kali bisa mengalahkan saya? Tambahan, saya juga lebih muda dari anda.”

Si penebang kayu tua menepuk pundaknya dan berkata, “Wahai anak muda, setelah tiba di rumah setiap hari, hal pertama yang saya lakukan adalah mengasah kapak saya. Ketika anda tertidur kelelahan, kapak anda menjadi semakin tumpul dan semakin tumpul. Oleh karena itu, meskipun saya lebih tua, mulai bekerja lebih lambat dan pulang lebih awal dibandingkan anda, kapak saya lebih tajam dibandingkan anda. Pohon akan tumbang setelah saya mengayunkan kapak lima kali, sementara anda perlu lebih dari sepuluh kali.” Si penebang kayu muda mengerti sepenuhnya.

Pepatah kuno mengatakan, “Seorang tukang harus terlebih dahulu mengasah alat-alatnya jika dia ingin melakukan pekerjaannya dengan baik.” Jika seorang pelajar ingin mendapatkan nilai yang baik, pertama-tama dia harus memperkaya ilmunya. Jika sebuah perusahaan ingin menaikkan nilai sahamnya, pertama-tama mereka harus mengelola internal perusahaan menjadi baik. Jika seseorang ingin dihargai dan dihormati, pertama-tama dia harus berperilaku baik.

Si penebang muda hanya fokus pada hasil tetapi mengabaikan aspek mengasah alat dan diri dalam proses tersebut. Itu sebabnya mengapa dia hanya mendapatkan setengah hasil dengan dua kali upaya. Sementara, penebang tua menempa alat dan dirinya terlebih dahulu, yang merupakan kunci bagi kesuksesannya! (pureinsight/mer/kar)