Budi Pekerti

Efek Kebencian Bagi Diri Sendiri

Kentang
Kentang. @Pixabay

Suatu ketika seorang guru sekolah dasar memutuskan untuk membuat sebuah permainan di kelasnya. Dia menyuruh setiap siswa di kelasnya untuk membawa tas plastik berisi beberapa kentang.

Dia meminta untuk menaruh beberapa buah kentang di dalam plastik, dalam jumlah yang sama seperti jumlah orang yang mereka benci di dalam kelas.

Jadi keesokan harinya, para siswanya mulai datang sambil membawa kantung plastik berisi kentang. Dia memperhatikan bahwa ada yang memiliki 2, 3 bahkan ada 5 buah kentang di kantong plastik mereka.

Kini, dia memberi tahu bahwa mereka harus membawa tas plastik itu selama seminggu, ke manapun mereka pergi.

Setelah 3-4 hari berlalu, anak-anak mulai mengeluh karena bau tidak enak yang berasal dari kentang yang busuk.

Selain itu, anak-anak yang memiliki 5 buah kentang harus mendapat beban tambahan, karena berat dari kentang yang mereka bawa.

Setelah satu minggu semua anak lega karena permainan akhirnya berakhir.

Sekarang pada akhir minggu, guru bertanya kepada anak-anak, “Bagaimana perasaan kalian saat membawa kentang-kentang itu selama satu minggu?”

Anak-anak mulai mengeluh tentang masalah yang harus mereka lalui karena kentang yang berat, busuk dan bau, ke manapun mereka pergi.

Kemudian sang Guru berkata, “Ini sama situasinya, ketika kalian membawa kebencian terhadap seseorang di dalam hati kalian. Bau busuk kebencian itu akan terus mencemari kemurnian hati kalian, dan sama seperti kentang-kentang yang busuk itu, sesungguhnya kebencian itu akan terus menjadi pengganggu di dalam hati kalian dan juga menyebabkan gangguan bagi orang lain di sekitar kalian.”

Guru melanjutkan, “Sekarang pikirkanlah, jika kalian sudah begitu terganggu dengan semua kentang itu hanya dalam satu minggu, dapatkah kalian bayangkan bagaimana rasanya hidup dengan kebencian di hati, dalam waktu yang jauh lebih lama lagi?”

Kebencian terhadap seseorang hanya akan mendatangkan kerugian di diri kita, bagaikan sebuah benda busuk yang akan mencemari pikiran dan hati kita. Semakin lama kita menggenggam kebencian itu, semakin lama pula kita menderita. Karena itu, memaafkan orang lain, sesungguhnya bukan hanya berkah bagi orang lain tersebut, namun adalah berkah bagi diri kita sendiri juga. (moralstories26/an)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor