Bercerita adalah sebuah tradisi yang sama tuanya dengan manusia itu sendiri. Cerita melampaui batas-batas budaya dan negara, memiliki kekuatan untuk menghubungkan kita. Hal-hal yang serius disampaikan dengan mudah dan penuh humor, sehingga cerita dapat memperkaya hidup kita dan membantu kita bertumbuh.
Bagi saya, Natal adalah saat di mana dongeng benar-benar memberikan mantra magisnya. Di akhir pekan, saya memanjakan diri saya dengan secangkir besar cokelat panas, beberapa bintang kayu manis, biskuit mentega, atau roti jahe, dan membuat diri saya nyaman di sofa. Kemudian saya membenamkan diri dalam dunia dongeng yang telah menemani saya sejak kecil. Meskipun saya hafal hampir semua ceritanya, mereka selalu memikat saya setiap saat. Saya ikut merasakan perjuangan para pahlawan, merayakan kemenangan, dan tersesat dalam pesan-pesan mereka yang tak lekang oleh waktu. Saya yakin: Anda tidak pernah terlalu tua untuk dongeng.
Frau Holle – Sebuah Kisah yang Tak Lekang oleh Waktu
Ceritanya mengisahkan tentang dua saudara perempuan: yang satu cantik dan rajin, dan yang satunya jelek dan malas. Keduanya diuji untuk kebajikan dan kemurnian hati mereka. Pada akhirnya, mereka menerima pahala atau hukuman yang pantas. Saudari yang rajin, yang memenuhi tugasnya dengan dedikasi dan kebaikan, dihujani dengan emas. Namun, saudarinya, yang mencoba menghindari usaha dan tanggung jawab, diliputi oleh tanah. Ini adalah kisah yang mengajarkan kebenaran sederhana: tidak ada rasa sakit, tidak ada keuntungan.
Kebajikan dan Karma
Frau Holle menanamkan banyak nilai dan pelajaran hidup. Salah satu prinsipnya adalah bahwa perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan dan perbuatan buruk akan dibalas dengan keburukan. Prinsip lainnya adalah tidak ada jalan pintas dalam hidup. Mereka yang menghadapi tantangan dan ujian secara langsung pada akhirnya akan mendapatkan imbalan.
Didalam agama Timur yaitu agama Buddha juga mengajarkan bahwa tubuh kita membawa dua substansi yang tidak terlihat. Kebajikan (pahala) terakumulasi melalui perbuatan baik dan sabar dalam menanggung kesulitan. Karma, substansi gelap, merupakan hasil dari perbuatan buruk. Dalam Frau Holle, kedua zat ini dilambangkan dengan emas dan nada.
Banyak dongeng Grimm mengikuti pola ini: kebaikan dan kejahatan didefinisikan dengan jelas, dan kebaikan pada akhirnya menang. Ada rasa keadilan yang puitis. Namun, dalam kehidupan nyata, keseimbangan ini sering kali membutuhkan waktu yang lebih lama-atau kita hanya melihatnya di akhir hidup kita, ketika sudah terlambat untuk memperbaiki kesalahan kita.
Jacob dan Wilhelm Grimm menulis pada tahun 1812:
“Dongeng anak-anak diceritakan agar dalam cahayanya yang murni dan lembut, pikiran dan kekuatan hati yang pertama dapat terbangun dan tumbuh; dan karena puisinya yang sederhana menyenangkan semua orang dan kebenarannya mengajarkan kita semua, dan karena dongeng-dongeng ini dimaksudkan untuk tinggal di rumah dan diwariskan, maka dongeng-dongeng ini disebut juga dongeng rumah tangga.
Pada buku Children’s and Household Tales, yang ditulis dengan gaya Romantik yang khas, Grimm Bersaudara meraih ketenaran di seluruh dunia. Diterjemahkan ke dalam lebih dari 160 bahasa dan dialek, buku ini tetap menjadi buku yang paling banyak dibaca dan didistribusikan secara luas dalam sejarah budaya Jerman. Bagi Grimm bersaudara, tujuan mereka bukan hanya untuk hiburan, namun juga untuk melestarikan cerita rakyat dan menanamkan nilai-nilai moral. Mereka menyebut koleksi mereka sebagai ‘buku pendidikan’.
Pada tahun 2005, buku Children’s and Household Tales dinyatakan sebagai bagian dari program Memory of the World dari UNESCO-sebuah pengakuan atas signifikansi mereka yang tak lekang oleh waktu. (derfreigeist)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini
Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations
VIDEO REKOMENDASI

