Budi Pekerti

Gunakan Kebijaksanaan untuk Memecahkan Masalah, Bukan Paksaan

Berpikir @Getty Images Pro via Canva Pro
Berpikir @Getty Images Pro via Canva Pro

Paksaan adalah tentang menaklukkan, sedangkan kebijaksanaan adalah tentang pemahaman.
Kebijaksanaan memungkinkan Anda menemukan jalan melalui situasi apa pun, sementara paksaan hanya dapat mendorong Anda maju. Berikut adalah dua cerita tentang menggunakan kebijaksanaan alih-alih paksaan untuk memecahkan masalah.

Yang Dibutuhkan Hanyalah Sekantong Telur

Pepatah kuno mengatakan: “Lebih berharga memiliki hubungan yang baik dengan tetangga daripada memiliki saudara yang jauh.”

Karena setiap orang berbeda, dan setiap keluarga memiliki kebiasaannya sendiri, mungkin ada saatnya perbedaan ini menimbulkan gesekan antar tetangga. Dengan niat dan maksud baik, masalah tentu dapat diselesaikan dengan cepat. Bagaimanapun juga, setiap mengalami gesekan antar tetangga, diperlukan beberapa kebijaksanaan untuk menyelesaikan konflik.

Pernah ada sebuah keluarga dengan bungalow bergaya Jepang. Pemiliknya membangun kebun sayur di belakang rumahnya. Tapi tetangga sebelahnya memelihara kawanan ayam di halaman belakang. Sayangnya, ayam tetangga sering berlarian ke kebun sayur dan membuat kekacauan.  

Pemilik lainnya berulang kali menyuruh tetangganya untuk mengunci ayamnya. Tapi meskipun si tetangga berjanji untuk melakukannya, dia tidak pernah mengambil tindakan.

Suatu hari, pemiliknya marah, tetapi dia tidak ingin hal sepele seperti itu memengaruhi hubungan. Jadi, setelah tenang dan berpikir keras, dia menemukan solusi.

Pemilik rumah membeli sekantong telur dan memberikannya kepada si anak tetangga untuk dibawa pulang. Keesokan harinya, si tetangga datang untuk berterima kasih padanya. Dia berkata: “Tidak apa-apa. Keluarga saya memiliki sangat banyak telur sehingga kami tidak dapat menghabiskannya. Kalau tidak, telur-telur ini akan rusak. ”

Si tetangga terkejut dan berkata: “Tetapi saya tidak melihat Anda memelihara ayam; kenapa Anda punya begitu banyak telur?”

Sang pemilik berkata sambil tersenyum, “Saya menemukan beberapa telur di kebun sayur saya setiap hari, jadi kami tidak bisa memakan semuanya.”

Setelah kejadian ini, ayam tetangga tidak pernah lagi terlihat di kebun sayurnya.

Dan begitulah sang pemilik yang cerdas menyelesaikan masalah dengan damai, dan yang dibutuhkannya hanyalah sekantong telur.

Keranjang Bambu Rusak Bernilai 80.000 Tael Perak

Banyak orang lupa bahwa reputasi adalah landasan kesuksesan.

Qiao Zhiyong adalah salah satu pedagang Shanxi paling terkenal di era Dinasti Qing Tiongkok. Dia berpikiran terbuka dan selalu membantu teman-temannya di saat dibutuhkan.

Suatu ketika, Wu si pemilik Toko Wanliju di kota timur Baotou meminjam 80.000 tael perak dari Qiao Zhinyong untuk perputaran modal.

Wu kemudian berjanji kepada Qiao bahwa dia akan melunasi pokok dan bunga dalam satu tahun. Namun, bahkan setelah satu tahun, Wu masih belum melunasi pinjamannya.

Lalu Wu adalah mengunjungi rumah Qiao sambil menangis seraya berkata: “Sekarang, saya sangat miskin sehingga saya hanya memiliki keranjang bambu yang rusak untuk menjual kacang di rumah. Jadi bagaimana saya bisa membayar kembali pinjaman 80.000 tael perak?”

Meskipun Qiao mengerti bahwa Wu ingin mengingkari perjanjiannya untuk membayar hutang, dia masih menghibur Wu: “Mengetahui situasimu yang miskin seperti ini, aku tidak bisa memaksamu untuk mengembalikan uang. Jadi bawalah keranjang yang rusak itu untuk kau lunasi!”

Mendengar hal itu, Wu sangat senang dan mengirimkan keranjang yang rusak kepada pedagang Qiao.

Setelah Wu pergi, seorang pegawai toko bertanya kepada Qiao: “Apakah sekeranjang bambu yang rusak itu bernilai 80.000 tael perak? Apakah Anda tidak merugi atas uang yang Anda pinjamkan padanya? ”

Qiao tersenyum: “Jika Anda melakukan apa yang saya katakan, keranjang si Wu akan membantu kami mendapatkan uang itu kembali.”

Kemudian, Qiao meminta pegawainya untuk menggantung keranjang yang rusak di posisi sudut toko yang paling menonjol dengan label harga 80.000 tael perak untuk dijual.

Mendengar hal itu, banyak orang penasaran dan datang untuk melihat apa yang terjadi, mempelajari cerita tentang keranjang rusak. Akibatnya, banyak pebisnis mengetahui hal ini dan berhenti berbisnis dengan Wu. 

Ketika mengetahui keranjang rusaknya dijual di toko Qiao dengan harga senilai hutangnya, Wu akhirnya menyadari keseriusan masalahnya. Jadi dia tidak punya pilihan selain menebus keranjang rusak dengan melunasi pinjamannya. (eva/nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI