Budi Pekerti

Harimau Tua dan Wisatawan Serakah

Harimau Tua dan Wisatawan Serakah (Sumber: Sound of Hope Radio Network via Michael Anderson)
Harimau Tua dan Wisatawan Serakah (Sumber: Sound of Hope Radio Network via Michael Anderson)

Kisah-kisah kebijaksanaan kuno mengingatkan kita pada tradisi dan nilai-nilai moral yang merupakan harta karun di seluruh dunia. Kami berharap kisah-kisah dan pesan-pesan dalam kisah-kisah seri kebijaksanaan kami membantu meringankan hati dan pikiran para pembaca.

“Harimau tua dan seorang wisatawan serakah” adalah kisah tentang keserakahan dan bagaimana hal itu dapat mengarah ke jalan yang berbahaya dan penyesalan.

Kisah ini adalah bagian dari koleksi cerita audio yang didedikasikan khusus untuk anak-anak dan ilustrasi asli dikompilasi dan diproduksi pada 2012 sebagai bagian dari program “kisah kebijaksanaan kuno” oleh jaringan radio SOUND of HOPE.

Pada suatu waktu, ada harimau tinggal di hutan. Seiring bertahun-tahun berlalu, ia menjadi terlalu tua untuk berburu. Suatu hari, harimau itu sedang berjalan disepanjang sisi danau ketika tiba-tiba dia melihat gelang emas. Dengan cepat, dia mengambil gelang itu dan berpikir bahwa dia bisa menggunakannya sebagai daya tarik untuk menangkap seseorang. Ketika dia sedang memikirkan ini, seorang wisatawan melewati sisi yang berlawanan dari danau.

Harimau itu langsung berpikir untuk dirinya sendiri, “makanan yang lezat yang akan diperoleh!” Jadi dia membuat rencana buruk untuk menarik wisatawan itu. Dia memegang gelang di kaki-nya, membuatnya terlihat oleh wisatawan, dan berkata, “Apakah anda ingin mengambil gelang emas ini? Saya tidak membutuhkannya”.

Segera setelah wisatawan melihat gelang itu dia langsung menginginkannya, tetapi dia ragu-ragu untuk pergi kedekat harimau. Dia tahu bahwa itu berisiko, namun dia ingin gelang emas. Jadi dia berhati-hati dan bertanya kepada harimau, “Bagaimana aku bisa percaya padamu? Aku tahu kamu adalah binatang buas dan kamu mungkin membunuhku”.

Harimau pintar itu berkata: “Ketika aku masih muda, aku jahat, tapi sekarang aku telah berubah. Saya menerima saran dari seorang suci; Saya telah meninggalkan semua kejahatan dan sekarang saya sendirian didunia ini dan hanya melakukan perbuatan baik. Saya juga telah menjadi tua, saya tidak punya gigi, dan cakar saya tumpul, jadi tidak perlu takut pada saya”.

Wisatawan itu terpengaruh oleh pembicaraan cerdas ini, dan keinginannya pada emas segera mengatasi ketakutannya akan harimau. Dia melompat ke danau untuk menyeberang ke harimau.

Tetapi seperti telah direncanakan oleh harimau, wisatawan terperangkap di rawa. Saat melihat ini, harimau menghiburnya dan berkata, “Oh! Anda tidak perlu khawatir. Saya akan membantumu”.

Secara perlahan, harimau datang ke wisatawan dan menangkapnya. Ketika sang wisatawan diseret ke tepian, dia berpikir untuk dirinya sendiri, “Oh! Pembicaraan binatang buas ini tentang orang suci telah menipu saya sepenuhnya. Seekor binatang buas selalu adalah binatang buas. Kalau saja saya tidak membiarkan keserakahan saya mengalahkan pikiran saya, saya tidak akan berada dalam masalah ini”.

Namun sudah terlambat; Harimau memakan wisatawan itu. Beginilah cara wisatawan menjadi korban dari keserakahan dan harimau itu berhasil dalam rencana jahatnya.

Pesan moral: Keserakahan tidak pernah lolos dari hukuman.

Kisah ini, “Harimau tua dan seorang wisatawan serakah,” dicetak ulang dengan izin dari “kisah kuno kebijaksanaan – buku kerja siswa” yang diterbitkan oleh Jaringan Radio Sound of Hope. Audio dan ilustrasi oleh Jaringan Radio Sound of Hope. Hak Cipta © 2012. (theepochtimes)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI