Budi Pekerti

Jangan Berbagi Tujuan Baru Anda dengan Orang Lain

Berbagi
Berbagi. @Pixabay

Kita semua merasa terburu-buru pada suatu saat dalam hidup kita. Anda merasakan sentakan energi yang tiba-tiba ini untuk memulai sesuatu yang baru. Bisa jadi ide untuk menulis skenario film, target menurunkan berat badan, atau memulai YouTube Channel anda. Anda menemukan minat baru dan anda tidak bisa menahan kegembiraan. Sebelum anda menyadarinya, anda berbagi ke media sosial, menelepon pasangan, dan bercerita kepada teman-teman dekat tentang bagaimana anda menemukan tujuan hidup anda.

Lebih sering daripada tidak, deklarasi semacam itu tidak pernah ditindaklanjuti dengan berbagi pencapaian tujuan atau bahkan memulai proyek-proyek tersebut. Alasannya hanya karena anda gagal mengejar hasrat itu. Penelitian baru menunjukkan bahwa orang-orang yang berbagi tujuan seperti itu jarang benar-benar berhasil untuk mencapainya. Inilah sebabnya:

Feedback negatif

Ini paling sering terjadi jika anda seorang pemula. Menurut penelitian yang dilakukan oleh profesor Ayelet Fishbach dan timnya dari University of Chicago, sebagai pemula, anda akan termotivasi hanya ketika anda menerima feedback positif. Jika anda mencoba sesuatu untuk pertama kalinya, setiap feedback negatif yang mungkin anda terima sebagai konsekuensi dari berbagi tujuan anda dengan seseorang kemungkinan akan mempengaruhi dan menghalangi anda untuk mengejar tujuan itu dalam jangka panjang.

Kemenangan Palsu

Mendapatkan jempol ketika anda bersiap untuk menerkam impian anda mungkin terasa baik pada awalnya, tetapi hasil pengamatan menunjukkan pujian awal saat mengejar tujuan sebenarnya dapat memberi anda rasa kemenangan palsu seperti anda telah mencapai apa pun yang anda ingin capai, yang sebenarnya menghambat dorongan untuk sampai ke akhir target anda. Peneliti Peter Gollwitzer mengeksplorasi hal ini dalam penelitiannya dan sampai pada kesimpulan bahwa ketika anda berbagi tujuan yang terkait erat dengan identitas anda, anda cenderung untuk tidak mencapai tujuan itu.

Nothing to Lose

Ketika anda menyatakan tujuan anda di platform media sosial, anda mungkin akan mendapatkan banyak pujian atas tekad anda, tetapi berapa banyak orang yang benar-benar peduli? Mereka tentu saja akan memberi anda tanda “suka (like)” dan “semoga sukses” sebagai balasan, tetapi kemudian dalam beberapa hari, itu hanya “posting” lain yang terkubur di bawah keseluruhan informasi baru.

Bila anda tidak berkoar-koar kesana-kemari, maka tidak ada “beban” bila anda tidak berhasil mencapai tujuan anda, yang sebenarnya bisa membantu anda mencapai tujuan anda.

Kompetisi

Ini sering terjadi : Suatu hari anda ngobrol dengan seseorang tentang keinginan anda untuk menuliskan naskah sketsa komedi untuk Youtube Channel anda. Tak lama kemudian, acara-acara serupa seperti ide anda sudah muncul, ada yang sukes, ada yang gagal total. Terlepas dari apa niat mereka itu, kemungkinan besar anda akan mundur dari usaha anda sebagai penulis dan menemukan hal lain untuk dilakukan yang tidak memiliki persaingan keras.

Pada akhirnya, anda perlu memahami bahwa mungkin ada perasaan yang hebat untuk memiliki seseorang untuk berbagi tujuan dan impian anda, tetapi anda harus berhati-hati tentang siapa dan bagaimana anda membaginya. Selalu jauh lebih baik untuk menundukkan kepala anda, melakukan pekerjaan terlebih dahulu diam-diam, dan mengumumkan bahwa anda telah berhasil!(visiontimes/bud)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI