Budi Pekerti

Jika Anda Berhutang, Ingat untuk Membayarnya Kembali

Pinjam bayar uang
Pinjam bayar uang. @Pexels

Ada pepatah: “Kata-katamu adalah ikatanmu.” Jika anda berhutang, anda harus membayarnya kembali. Salah satu pelajaran pertama yang kita semua pelajari adalah bahwa ketika kita dengan paksa memperoleh apa yang kita inginkan, maka kita jadi berhutang dan kita harus membayar kembali hutang kita itu.

Ada dua teman baik, Lan dan Qiu, yang hidup selama periode Qianlong selama Dinasti Qing. Keluarga Lan tidak sekaya Qiu, jadi dia sering bertanya pada Qiu apakah dia bisa meminjam uang darinya, dan dia berjanji akan mengembalikannya.

Qiu adalah seorang teman yang murah hati dan selalu bersedia meminjamkan uang kepada Lan. Mereka tidak pernah membuat surat hutang piutang ini. Ketika Qiu meninggal, ia memberitahu anaknya perihal piutangnya kepada Lan. Setelah menguburkan ayahnya, putra Tuan Qui meminta Lan untuk membayar kembali hutangnya. Lan langsung menyangkal bahwa dia pernah berhutang uang dan bahkan menantang keluarga Qui.

Walaupun putra dari Tuan Qui tidak dapat memaksa Lan untuk membayar hutangnya, tapi Tuhan di atas tahu semuanya. Beberapa tahun kemudian, Lan meninggal karena sakit. Beberapa waktu kemudian, seekor sapi di keluarga Qiu melahirkan seekor anak sapi kecil. Anak sapi itu memiliki tanda rambut putih yang khas di punggungnya yang mirip dengan nama Lan.

Putra Lan juga pergi untuk melihat anak sapi kecil itu. Ketika anak sapi kecil itu melihat putra Lan, dia tiba-tiba menjadi sedih. Putra Lan yakin bahwa anak sapi itu adalah reinkarnasi ayahnya, jadi dia ingin membeli anak sapi yang baru lahir itu. Putra Qiu masih menyimpan kekesalan kepada Lan, sehingga menolak tawaran tersebut.

Kemudian, putra Lan menangkap anak sapi kecil itu dan mengambilnya dengan paksa, tetapi anak sapi itu lari kembali ke peternakan Qui dan terus melakukan semua pekerjaannya. Keluarga Lan akhirnya menyerah dan membiarkan anak sapi kecil itu tinggal di tempat yang diinginkannya.

Setelah dibesarkan di pertanian keluarga Qiu, anak sapi kecil itu mengungguli sapi-sapi lainnya, dia sangat penurut dan juga rajin, tidak seperti binatang pada umumnya. Jadi orang-orang di sekitar daerah itu semua percaya bahwa dia telah dilahirkan kembali sebagai sapi untuk membayar kembali utangnya.

Jika tidak ada hukuman di dunia ini, akan sulit untuk meyakinkan orang bahwa sumpah bisa menjadi kenyataan. Membuat janji atau sumpah adalah komitmen yang sangat khusyuk. Ketika anda menjanjikan sesuatu dan menindaklanjutinya untuk memenuhi janji itu atau membayarnya kembali, orang akan mengenali anda sebagai orang yang terhormat. Jika anda mengingkari janji atau sumpah, orang akan menganggap anda tidak terhormat, tidak jujur, dan tidak dapat dipercaya. Sumpah/janji bisa berupa tertulis atau lisan.

Tepatilah janji Anda

Ketika anda berkata-kata atau membuat sumpah lisan, maka anda sudah memberikan kata-kata anda untuk dipenuhi. Sebelum membuat sebuah janji atau sumpah, sadarilah terlebih dahulu, sebab itu adalah khusyuk dan sakral serta harus dipenuhi. 

Kata-kata anda adalah ikatan anda, jadi anda harus berhati-hati dalam melakukan sumpah dan janji, supaya anda tidak akan tersesat. Jika Surga dapat mempercayai anda dalam hal-hal kecil, Surga akan mempercayai anda dengan tanggung jawab yang lebih besar, dan anda akan memperoleh masa depan yang cerah secara bertahap.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor

situs slot gacor