Budi Pekerti

Karakter Anda Ditentukan oleh Bagaimana Reaksi Anda

Wanita menyetir mobil (Andrea Piacquadio @Pexels)
Wanita menyetir mobil (Andrea Piacquadio @Pexels)

Hidup pasti membawa kejadian tak terduga. Jika kita dengan hati-hati memeriksa kehidupan masa lalu kita sampai saat ini, kita mungkin menyadari bahwa kita pasti telah menghadapi situasi yang tidak terduga. Selama masa tersebut, perilaku kita sering kali mencerminkan karakter kita yang sebenarnya.

Kisah-kisah berikut ini menggambarkan bagaimana orang bertindak dengan kejadian yang tidak terduga dan bagaimana hal ini mencerminkan karakter mereka.

Menggunakan Refleksi Diri

Teman saya Vivian mengajak saya berbelanja di Mall untuk membeli barang-barang untuk persiapan perayaan Tahun Baru. Di perjalanan, kami terjebak dalam lalu lintas yang padat. Ketika kami akhirnya tiba, sebuah kendaraan besar tiba-tiba berbelok ke jalurnya, memaksa Vivian untuk membelok dan menghentikan mobilnya di trotoar, menghindari tabrakan.

Seorang wanita tua yang sedang lewat di trotoar itu tiba-tiba menendang mobilnya. Vivian melirik wanita itu dan pergi seolah-olah tidak ada yang terjadi. Kemudian, memperhatikan bagaimana Vivian menangani situasi ini, saya bertanya: “Anda tidak ingin menghadapi wanita itu dan menjelaskan situasinya?”

Vivian dengan tenang menjawab: “Wanita itu menendang mobil karena dia ketakutan, dan apa gunanya kehilangan lebih banyak waktu dalam konfrontasi! Kita telah kehilangan banyak waktu dalam kemacetan lalu lintas ini, jadi kita tidak perlu membuang waktu dan energi lagi untuk marah”.

Adalah bijaksana untuk dengan tenang menilai “peristiwa tak terduga dalam hidup” dengan melihat keseluruhan gambaran secara rasional. Lihat bagaimana anda dan semua orang yang terlibat telah terpengaruh, dan perhatikan reaksi naluriah dan kemungkinan alasan dibaliknya. Ini akan dengan jelas mengungkapkan karakter asli setiap orang.

Apakah saya punya waktu dan energi untuk memilih “konfrontasi” atau memilih “peaceful win-win situation” (menang-menang yang damai)?” Setiap individu bertanggung jawab atas pilihan mereka dan hasil yang mereka terima.

Bersikap Jujur dan Berwawasan Luas

Dalam suatu seminar, Profesor Ding Zhaozhong, seorang fisikawan, terlibat dalam sesi tanya jawab. Pemenang Nobel ini menjawab tiga pertanyaan berturut-turut dengan “Saya tidak tahu”. Ini mengejutkan semua orang yang hadir.

Dia dengan tulus menjelaskan bahwa pertanyaan-pertanyaan itu berada diluar cakupan penelitiannya; dengan demikian, dia tidak bisa menjawabnya dengan jujur. Penonton segera dan dengan hangat bertepuk tangan untuk ketulusannya.

Profesor Zhaozhong tidak menggunakan ketenaran akademisnya untuk bertindak gagah; sebaliknya, dia dengan jujur dan rendah hati menjelaskan kebenaran situasi, “Ketika menghadapi situasi, amati pikiran”, adalah pepatah yang bijak.

Misalnya, ketika beberapa orang menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, mereka menjadi retoris untuk mengangkat status mereka, atau mereka mungkin menjadi marah karena takut kehilangan muka. Adapun orang yang jujur, dia akan mengakui kelemahannya, berpikiran luas, dan menyambut kesempatan untuk mempelajari ide-ide baru. Ini adalah indikasi dari karakter jujurnya.

Memiliki Pandangan ke depan untuk Hasil di Masa Depan

J.P. Morgan, seorang taipan bisnis, dikenal sebagai “The Napoleon dari Wall Street”, karena dia mengalami krisis bisnis yang signifikan ketika dia masih muda, namun dia bertahan.

Pada tahun 1835, Morgan adalah pemegang saham minoritas disebuah perusahaan asuransi di Amerika Serikat. Tidak lama setelah perusahaan didirikan, kebakaran besar menghancurkan pabrik pelanggan dan seluruh inventarisnya, dan perusahaan asuransi menghadapi pembayaran kompensasi yang signifikan.

Para pemegang saham di perusahaan itu panik dan menuntut agar sahamnya dapat ditarik. Morgan memutuskan untuk membantu mengumpulkan dana untuk pembayaran.

Dia menjual rumahnya, dan kemudian dia membeli kembali saham dari pemegang saham yang lain dengan harga rendah. Selain itu, dia berhasil menemukan berbagai cara untuk membantu mendanai kompensasi asuransi perusahaan.

Setelah membayar kompensasi, perusahaan asuransi berada diambang kebangkrutan.

Dalam keputusasaan, Morgan terpaksa memberi tahu para nasabah asuransinya bahwa perusahaan telah melakukan segala daya untuk menyelesaikan klaim atas kebakaran pabrik terkenal yang besar itu dan bahwa pelanggan akan dikenakan kenaikan bila ingin memperpanjang polis asuransi.

Yang mengejutkan, ada aliran pelanggan yang datang untuk mengasuransikan.

Karena krisis ini, Morgan memulai membangun kembali perusahaan dari awal. Dedikasi dan keyakinannya pada perusahaan, bersama dengan pandangan ke depan yang luar biasa, akhirnya membuat mimpi Morgan menjadi kenyataan.

Dapat dikatakan bahwa mereka yang diberkahi dengan visi yang luas akan mencapai hal-hal besar, sedangkan mereka yang memiliki visi yang sempit akan mencapai hal-hal kecil.(nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI