Site icon NTD Indonesia

Keajaiban Menanggung Kesulitan

Pernahkah anda bertemu seseorang yang sama sekali tidak memiliki masalah? Mungkin tidak — karena setiap orang, betapa pun tampak bahagianya mereka di luar, memiliki pergumulannya masing-masing. Ada yang menghadapi masalah keuangan, yang lain menderita penyakit fisik, dan banyak yang berjuang diam-diam melawan badai dalam pikiran mereka.

Singkatnya, tak seorang pun luput dari kesulitan. Sebesar apa pun kita mencintai kenyamanan, kemudahan, dan keselarasan, hidup jarang sekali lurus dan mulus. Ada rintangan, badai, dan momen-momen yang terasa seperti semuanya runtuh — dengan tantangan demi tantangan. Mengapa?

Mr. Li Hongzhi, guru Falun Dafa, menjelaskan: “Menderita baru dapat berkultivasi, menderita baru dapat melenyapkan karma. Di tengah penderitaan, manusia masih dapat mempertahankan kebaikan, masih tahu cara bersyukur, menjadi seorang yang baik, inilah cara meningkatkan diri sendiri.” (Kutipan dari artikel “Mengapa Ada Umat Manusia” 20 Januari 2023)

Jadi, anda dapat menganggap kesulitan sebagai kesempatan untuk meningkat. Itu adalah cara Sang Pencipta untuk mengatakan, “Anda siap untuk tumbuh!” Jika anda dapat menerimanya, maka kesulitan menjadi titik balik yang positif. 

Mari dalami keajaiban menanggung kesulitan, dan merangkulnya untuk membantu anda menjadi diri anda yang terbaik.

1. Terima ketidaknyamanan sebagai bagian dari pertumbuhan

Jika kita mengharapkan hidup selalu mudah, kita akan selalu kesal ketika itu tidak terjadi. Anda mungkin bertanya-tanya, “Mengapa saya? Mengapa sekarang?” Namun, ketika kita menerima bahwa kesulitan adalah bagian dari kehidupan, kita berhenti melawannya dan mulai belajar darinya.

“Kesulitan seringkali mempersiapkan orang biasa untuk takdir yang luar biasa.”

C.S. Lewis

Bayangkan seekor kupu-kupu. Sebelum dapat terbang, ia berjuang di dalam kepompong. Perjuangan itu bukanlah sebuah kesalahan; melainkan perlu. Tanpa usaha itu, sayap kupu-kupu tidak akan cukup kuat untuk terbang.

Hal yang sama berlaku untuk kita. Tantangan datang bukan untuk menghancurkan kita, melainkan untuk membantu kita meningkat. Tantangan mengajarkan kita pelajaran yang tak kita sadari kita butuhkan. Tantangan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih berani, dan lebih baik.

2. Menghadapi kesulitan membangun ketahanan

“Jangan nilai aku dari kesuksesanku, nilailah aku dari seberapa sering aku jatuh dan bangkit kembali.”

Nelson Mandela

Setiap kali anda memilih untuk bangkit kembali, anda sedang menulis ulang kisah anda. Anda membuktikan kepada diri sendiri bahwa keberanian bukan tentang tidak pernah jatuh—melainkan tentang bangkit kembali dengan hati yang lebih bijaksana.

Perjalanan luar biasa J.K. Rowling patut disebutkan:

Sebelum menjadi salah satu penulis paling terkenal di dunia, hidup tidaklah mudah baginya. Sebagai seorang ibu tunggal yang hidup dari bantuan sosial, ia berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia menulis buku Harry Potter pertama di kafe, sementara bayinya tidur di sampingnya. Ia tidak memiliki peralatan canggih, tidak ada kru pendukung, hanya mimpi dan tekad.

Ketika akhirnya ia menyelesaikan bukunya dan mengirimkannya ke penerbit, buku itu ditolak. Bukan hanya sekali, tetapi 12 kali ia menghadapi penolakan sebelum ia menemukan penerbit yang dengan cepat menjadikan bukunya sensasi dunia, menginspirasi jutaan orang.

Kisahnya adalah bukti bahwa bahkan ketika hidup terasa mustahil, anda bisa bangkit. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian, kesabaran, dan sedikit keajaiban di hati anda.

“Titik terendah menjadi fondasi kokoh tempat saya membangun kembali hidup saya.”

– J.K. Rowling

3. Kesulitan menunjukkan apa yang benar-benar penting

Terkadang, kita mengejar hal-hal yang tidak terlalu penting — harta benda, popularitas, gengsi. Namun, ketika hidup menjadi sulit, anda mulai melihat apa yang penting — kebaikan, kejujuran, dan kedamaian batin.

Saat-saat sulit menjernihkan ilusi dan menunjukkan kepada kita tentang apa sebenarnya arti hidup. Saat-saat sulit membantu kita melepaskan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kita dan berfokus pada apa yang membawa kebahagiaan sejati. Cobalah merangkul kesulitan dengan rasa syukur, dan anda akan menemukan:

4. Lihat keseluruhan situasinya

“Di tengah kesulitan terdapat peluang.”

Albert Einstein

Saat anda menghadapi sesuatu yang sulit, lihatlah keseluruhan situasinya. Tanyakan pada diri sendiri: ” Pelajaran apa yang hanya bisa saya pelajari melalui jalan ini?”

Sering kali, kesulitan hidup sedang mempersiapkan anda untuk tujuan yang lebih besar. Gunung masalah yang anda hadapi tidak menghalangi jalan anda, tetapi justru membuka pikiran.

5. Sisi spiritual dari perjuangan

Dalam banyak tradisi, penderitaan dipandang bukan sebagai hukuman tetapi sebagai pemurnian, karena:

Ketika anda dapat mempertahankan sikap positif di tengah rasa sakit, anda mulai memahami hal-hal di luar logika. Anda menjadi lebih terhubung dengan dunia, dengan orang lain, dengan sesuatu yang lebih besar dari diri anda sendiri.

Sebagian orang menyebutnya iman. Sebagian lagi menyebutnya kedamaian batin. Jika anda mendengarkan, ia akan berbisik, “Lepaskan dirimu yang dulu, dan jadilah dirimu yang seharusnya.” 

Tips untuk menghadapi kesulitan:

Penutup

Ingatlah, gunung didaki selangkah demi selangkah. Bunga mekar dari benih yang terkubur di dalam tanah. Berlian terbentuk di bawah tekanan yang luar biasa. Dan anda? Anda bertumbuh dan bertransformasi — hari demi hari, tantangan demi tantangan. 

Itulah keajaiban menghadapi kesulitan.