Site icon NTD Indonesia

Kebijaksanaan Seorang Ibu Petani

Pasar tani diadakan setiap hari di Desaku – jika petani atau penduduk desa memiliki hasil panen berlebih, mereka sering menjual kelebihannya di pasar. Suatu hari, seorang ibu rumah tangga bernama Nyonya Wang mengunjungi pasar tani setempat.

Dia mendatangi seorang wanita yang berjualan cabai dan memperhatikan bahwa orang-orang sering bertanya kepadanya apakah cabainya pedas atau tidak. Tidak peduli bagaimana jawaban wanita itu, setengah dari pembeli akan berjalan pergi tanpa membeli. Jadi sebagai solusinya penjual itu membagi cabainya menjadi dua tumpukan: cabai pedas dan yang tidak pedas.

Nyonya Wang mendatangi seorang wanita lain yang kelihatan seperti petani yang berpendidikan rendah. Tidak seperti wanita yang dia temui sebelumnya, wanita ini menebarkan cabainya di atas meja. Nyonya Wang bertanya kepadanya: “Mengapa kamu tidak membagi cabaimu menjadi dua tumpukan seperti yang dilakukan wanita di kios yang lain?” Dia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Nyonya Wang heran dan kemudian memutuskan untuk mengamati bagaimana ibu penjual cabai ini berjualan.

Ketika pembeli datang dan bertanya tentang cabainya, penjual ini berkata:

“Yang berwarna merah tua lebih pedas.”

Setelah mendengarnya, para pelanggan yang bertanya memilih cabai merah tua dan pergi dengan gembira. Lama kelamaan cabai berwarna merah tua jadi tinggal sedikit kemudian habis. Nyonya Wang berkata kepadanya, “Sebaiknya kamu membagi cabaimu menjadi dua tumpukan atau kamu mungkin akan kesulitan.” Ibu penjual cabai itu hanya tersenyum dan menjawab, “Itu tidak perlu.”

Ketika lebih banyak pembeli datang dan menanyakan tentang cabainya, dia menjawab dengan percaya diri:

“Cabai rawit lebih pedas daripada cabai yang panjang.”

Akhirnya, hanya tersisa cabai-cabai yang panjang berwarna pucat. Nyonya Wang memikirkan apa yang mungkin dikatakan wanita itu kepada para pembelinya sekarang karena Ketika seorang pembeli datang dan bertanya kepada wanita itu tentang cabainya, dia berkata kepadanya:

“Yang keras lebih pedas dan yang lembek tidak terlalu pedas.”

Tentu saja setelah seharian dijemur di bawah terik matahari, beberapa cabainya menjadi lembek, yang akhirnya diborong semuanya oleh pembeli terakhir, yang datang terlambat menjelang pasar sudah mau tutup.

Ketika ibu itu mengemasi kiosnya bersiap-siap untuk pulang, dia memberi tahu Nyonya Wang :

“Membagi cabai menjadi dua tumpukan adalah solusi semua orang, tetapi hanya aku yang tahu solusinya atas apa yang aku lakukan hari ini.”

Ibu rumah tangga itu terkejut dengan kreativitas dan fleksibilitasnya. Dia menyadari bahwa walaupun anda dapat memperoleh kebijaksanaan dari buku, hidup hanya berdasarkan teori mungkin bukan solusi terbaik. Hidup itu perlu kreatif dan fleksibel, jadi anda harus menjalani hidup sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. (visiontimes/sia/eva)