Budi Pekerti

Kekayaan Sejati Berasal dari Hati

Bertahun-tahun yang lalu di Tiongkok, sejumlah petani mengadakan eksodus besar-besaran keluar dari desa yang dilanda kekeringan panjang. Lao Wang bergabung dengan barisan pengungsi dan harta satu-satunya berupa sekantong kentang.

Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang ayah dan anak yang kelaparan. Pria itu membawa karung berat di punggungnya dan dia meminta kentang Lao untuk putranya, tetapi Lao menolak.

Pria itu lalu berkata: “Apakah anda mau menukar kantong kentang anda dengan apa yang ada di dalam karung saya?” Sambil berkata pria itu membuka karungnya dan tampak sejumlah besar koin perak.

Lao dilahirkan dari keluarga yang sangat miskin dan ia takjub melihat begitu banyak koin perak. Dia langsung setuju untuk menukar kentangnya dengan koin-koin tersebut. Khawatir Lao Wang akan berubah pikiran, sang ayah segera mengambil kantong kentangnya dan bergegas menyusuri jalan bersama putranya.

Setelah beberapa waktu tanpa makanan, Lao mulai terhuyung-huyung karena lemas dan mulai menyesali keputusannya. Dia melihat ayah dan anak itu duduk di sisi jalan dan mencoba membeli kembali kentangnya, tetapi ditolak. Akhirnya dia mati kelaparan.

Lao Wang tiba di alam baka dan ketika dia tiba, Hades (Dewa penguasa alam baka) menyambutnya dengan mengatakan:

“Saya memberimu kesempatan untuk mendapatkan kekayaan tetapi saya tidak tahu bahwa itu akan menyebabkan kematianmu.”

Lao menjawab: “Saya sangat miskin dalam kehidupan terakhir saya sehingga dibutakan oleh begitu banyaknya uang perak!”

Hades menjawab:

“Sebenarnya, kamu akan baik-baik saja jika hanya menjual setengah dari kentangmu.”

“Sekarang, kamu mempunyai pilihan sebelum memasuki kehidupan berikutnya: yang pertama adalah 10.000 orang melayani kamu dan yang kedua adalah melayani 10.000 orang. Manakah yang kamu pilih?”

Tanpa berpikir panjang, Lao memilih yang pertama.

Hades replied: “You have a choice to make before entering into your next life: The first is to guard a large piece of land, and the second is to guard a mountain of gold.” (Image: Lawrence OP via flickr / CC BY 2.0 )

Tiga puluh tahun kemudian, Lao Wang kembali ke alam baka mengklaim bahwa dia telah ditipu. Setelah mendengar ini, Hades bertanya: “Mengapa kamu berkata begitu?” Lao menjawab: “Saya adalah seorang pengemis selama 30 tahun!”

Hades berkata kepadanya:

Dengan putus asa, Lao Wang memohon: “Tolonglah raja alam baka, biarkan saya memiliki hidup yang lebih baik di kehidupan berikutnya.”

Hades menjawab:

Lao Wang merenungkan ini sejenak dan membuat keputusan untuk menjaga gunung emas. Hades mengawasinya pergi dan berkata pada dirinya sendiri:

“Dia miskin karena pilihannya sendiri. Menjaga sebidang tanah adalah pekerjaan seorang pejabat tetapi menjaga gunung emas itu seperti tikus yang tinggal di gudang yang penuh gandum – dia tidak akan pernah bisa memakan semuanya.”

Moral dari cerita ini adalah bahwa manusia biasa tidak dapat mengendalikan nasibnya tetapi ia dapat mengendalikan hatinya dan kekayaan sejati berasal dari hati. (Yi Ming/visiontimes/sia/eva)

slot gacor

situs slot gacor