Budi Pekerti

Kisah Berandalan Bertobat

Bertobat (Getty Images via Canva Pro)
Bertobat (Getty Images via Canva Pro)

Pada dinasti Ming, di  Zhiangsu Zhenjiang ada seorang pelajar yang bernama Zhang Shen, dia adalah seorang pelajar yang sangat miskin, dan memiliki karakter yang buruk. Suka memeras orang kaya yang bukan sekampungnya.

Tetapi uang hasil pemerasannya sering digunakan untuk membantu tetangganya yang miskin, oleh sebab itu dirumahnya tidak ada kelebihan uang maupun persediaan makanan.

Pada malam tahun baru, dirumah Zhang Shen tidak ada makanan lagi. Didalam hatinya berpikir teman dan saudaranya semua benci kepadanya, dan kebanyakan diantara mereka adalah orang yang sombong, dia berpikir tidak ada seorangpun yang akan meminjam uang kepadanya, dia juga tidak ingin mengemis kepada mereka.

Lalu dia membawa sepotong kain tua, untuk dijual dan digunakan untuk membeli beras dan telur, dia meletakkan belanjaannya disebuah keranjang dan berjalan menuju rumahnya.

Hari telah gelap dan saat itu terjadi hujan salju, jalanan sangat licin, ketika hampir sampai di rumahnya, tidak hati-hati dia terpeleset, barang-barang dalam keranjang terjatuh di tempat yang becek. Zhang Shen bergegas pulang kerumahnya mengambil sebuah lentera, kembali ke tempat dia terjatuh mencari barang-barangnya. Tidak terduga dia menemukan sebuah kantong,  dia mengambilnya, kantong tersebut sangat berat.

Ketika sampai di rumah dia melihat didalamnya berisi uang emas dan perak, uang recehan dan sebuah catatan, dia tahu barang ini milik sebuah toko kain sutra. Zhang Shen sangat gembira, didalam hatinya berpikir mulai saat ini dia dapat hidup dengan senang.

Tetapi setelah dipikir kantong ini pasti milik pegawai penagih hutang dari sebuah toko, terjatuh dalam perjalanan, jika pegawai ini tidak dapat menyetor uang ini kepada majikannya, dia pasti akan berada dalam keadaan bahaya, lebih bagus saya menunggu orang tersebut, kembalikan kepadanya, lalu dia mengambil lenteranya, menunggu di depan pintu rumahnya.

Tidak berapa lama kemudian, di tempat kejauhan dia melihat ada 2 pria berjalan kearahnya, ditangan mereka memegang lentera yang berlambang toko sutra, mereka seperti mencari sesuatu di jalanan, wajah mereka terlihat sangat panik, Zhang Shen lalu berpikir pasti ini adalah pemilik dari kantong yang dia temukan, lalu dia memanggil menegur mereka, “Apa yang kalian cari?” orang yang ditanya melihat orang yang menegur mereka adalah Zhang Shen, tahu dia adalah seorang berandalan, tidak berani berterus terang kepadanya, tidak menjawab pertanyaannya dan berlalu dari sana.

Zhang Shen dengan suara keras berkata, “Apakah kalian kehilangan sesuatu, benarkah?” akhirnya salah satu dari mereka berdua hanya bisa mengaku, “Tadi kami sedang menagih utang melewati daerah ini, tiba-tiba terjadi badai salju, kami tergesa-gesa sehingga kantong kami terjatuh, kami kembali kesini untuk mencari. Tidak dapat menemukannya, pasti sudah diambil orang yang lewat.”

Zhang Shen bertanya kepada mereka apa isi didalam kantong tersebut, mereka menjawab, uang, buku catatan, semua barang didalam kantong tersebut persis sama dengan kantong yang ditemukan Zhang Shen.

Zhang Shen berkata kepada mereka, ‘Silahkan masuk kedalam rumah duduk sebentar, saya tahu orang yang menemukan kantong kalian!” Pria yang lebih tua bergegas bertanya kepada Zhang Shen, “Jika tuan tahu siapa yang menemukan kantong tersebut, tolong tuan katakan kepada saya, saya tidak berani ke rumah tuan dan mengganggu tuan!”

Zhang Shen berkata, “Sekarang badai salju belum berhenti, masuk saja berteduh sebentar kerumah saya!” setelah selesai berkata Zhang Shen menarik mereka berdua masuk kedalam rumahnya, lalu dia mengeluarkan kantongan yang ditemukan berkata, “Coba kalian lihat apakah kantong ini yang kalian cari?” Pria yang lebih tua melihat kantong tersebut, dia sangat terkejut, bibirnya bergerak-gerak tetapi tidak ada suara yang terdengar.

Zhang Shen berkata lagi, “Bapak jangan curiga kepada saya, jika saya ingin mengambil kantong ini, mana mungkin saya duduk menunggu didepan pintu di hari yang demikian dingin menunggu orang yang kehilangan kantong ini!” setelah berkata demikian Zhang Shen menyerahkan kantong tersebut kepada mereka.

Pria yang lebih tua air matanya menetes bagaikan hujan berkata, “Saya di toko bertugas sebagai kasir, jika saya kehilangan kantong ini, maka saya menjual segala harta saya juga tidak dapat menggantinya, saya bisa mati karena kehilangan semua ini, terima kasih tuan telah menyelamatkan nyawa kami sekeluarga!”

Pria ini lalu berlutut dan menyembah Zhang Shen mengucapkan terima kasih, serta mengambil setengah dari isi kantong diberikan kepada Zhang Shen, Zhang Shen menolak, tetapi pria ini berkata, “Jika tuan tidak mau menerima saya tidak akan pergi dari sini!”

Lalu Zhang Shen dengan tertawa berkata, “Jika tuan berkenan, saya ingin meminjam uang 20 yuan supaya di tahun baru ini saya bisa sembahyang, dengan demikian saya sudah sangat berterima kasih!” pria ini melihat ketulusan dari Zhang Shen akhirnya dia tidak bisa menolak, mengambil uang 20 yuan diberikan kepada Zhang Shen, setelah berterima kasih pamit meninggalkan rumah Zhang Shen.

Setelah Zhang Shen menerima uang itu lalu pergi keluar membeli ayam, kue dan buah-buahan untuk sembahyang. Setelah Zhang Shen tidur, di dalam tidurnya Zhang Shen bermimpi dia ditangkap dan dibawa kepada seseorang yang mirip raja.

Raja tersebut dengan marah berkata kepadanya, “Engkau selalu berbuat jahat, jika tidak berubah, maka akan menjadi hantu kelaparan!” Zhang Shen bersujud meminta ampun, tiba-tiba ada seorang pengawal membawa sebuah catatan melapor kepada raja.

Wajah raja langsung berubah menjadi lembut dan berkata,  “Ini adalah perbuatan amal yang besar, cukup untuk membayar semua kesalahan dan kejahatan yang pernah engkau lakukan. Pantas mendapat pahala, engkau akan lulus ujian negara tahun ini.” Dan berkata lagi kepada Zhang Shen, “Pulanglah, mulai saat ini bertobatlah, selalu berbuat baik, maka masa depanmu akan sangat cerah!”

Zhang Shen ketika terbangun, menyadari bahwa perbuatan tersebut adalah menemukan kantong dan dikembalikan kepada pemiliknya, setelah fajar dia berlutut di hadapan Budha dan bersumpah mulai saat ini akan bertobat dan berbuat baik, untuk menebus kejahatan yang dahulu dilakukannya.

Pada musim gugur, semua pelajar akan ke ibu kota mengikuti ujian negara. Hanya Zhang Shen yang tidak mempunyai uang, setiap hari uang untuk makan saja susah, bagaimana bisa pergi mengikuti ujian. Tiba-tiba di pasar dia bertemu kembali dengan pria tua dari toko sutera itu, yang bertanya kepadanya, “Tuan kenapa tuan tidak pergi mengikuti ujian?”

Dia lalu bercerita dia tidak mempunyai uang. Pria tua berkata, “Tuan adalah seorang yang baik, harus pergi mengikuti ujian! Tuan pulanglah kerumah menunggu saya!”

Zhang Shen baru sampai kerumahnya, pria tua membawa seorang pria berkunjung kerumahnya, pria tua berkata kepada Zhang Shen “Dia adalah majikan saya, karena tuan adalah seorang yang baik, majikan saya sangat terharu, sejak lama sudah ingin membalas budi tuan!

Mendengar tuan tidak mempunyai uang untuk pergi mengikuti ujian, majikan saya menyerahkan 2 keping uang emas untuk ongkos dalam perjalanan!” Zhang Shen tidak bisa menolak kebaikan mereka, akhirnya menerima dan keesokkan harinya pergi mengikuti ujian, akhirnya dia lulus ujian, dia lalu mengembalikan uang pemberian pria tua serta majikannya.

Setelah lulus ujian dia diangkat menjadi pegawai negeri. Karena niat baik yang timbul akhirnya Zhang Shen tidak menjadi hantu kelaparan malahan menjadi pejabat negara. (minghui school)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI