Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warnanya yang cantik, membuat banyak orang yang berhenti untuk melihat sekaligus memuji keindahan sang mawar.
PODCAST
Banyak pengunjung taman yang meluangkan waktu menikmati keindahannya juga berfoto ria di taman tersebut.
Sementara itu, di sisi lain dari taman tersebut, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu begitu saja, tidak ada bunga yang mekar, juga aroma wangi yang disukai banyak orang, sehingga tidak ada orang yang memujinya.
Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.
Suatu hari, karena merasa cemburu, sang bambu pun berkata pada mawar:
“Hai bunga mawar, tahukah kamu, aku selalu ingin jadi sepertimu, bisa berbunga yang indah, aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah juga.”
Mawar yang mendengar hal itu lalu berkata:
“Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu.” tapi tahukah kamu, aku sebenarnya juga merasa iri denganmu.”
Sang bambu keheranan, dia tidak tahu apa alasan yang membuat mawar iri dengannya. Dia berpikir tidak ada satupun bagian dari bambu yang lebih indah dari sang mawar.
Lalu si bambu berkata:
“Aneh sekali, mengapa kamu bisa sampai iri denganku?”
Sang mawar pun menjawab,
“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kamu punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kamu tetap kokoh berdiri, tidak goyah sedikitpun, sedangkan aku dan teman-temanku semuanya, kami sangat rapuh, saat angin bertiup sedikit saja, kelopak kami akan lepas, umur kami ini sangat singkat.”.
Sang Bambu tiba- tiba menyadari bahwa sebenarnya dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja, ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar.
Kemudian sang bambu berkata:
“Tapi mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, disenangi para gadis serta dikagumi sebagai bunga pernikahan.”
Sang mawar tersenyum:
“Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan banyak dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu!”
Bambu kembali bingung dan berkata:
“Aku jadi tidak mengerti, mawar..”
Mawar pun melanjutkan,
“Ah bambu..Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu bisa menghidupkan banyak tanaman, aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku?”
Bambu pun akhirnya menyadari satu hal, bahwa selama ini dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun si mawar sering mendapat pujian, namun sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah penting dari bunga cantik itu.
Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu pun tidak lagi sedih merenungi nasibnya, dia bahagia mengetahui bahwa dirinya juga memiliki kelebihan yang bisa bermanfaat bagi orang lain.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing. Jadi daripada kita menghabiskan tenaga dengan merasa iri pada kelebihan orang lain, lebih baik kita bersyukur atas kemampuan serta kelebihan diri sendiri, apalagi jika itu bisa bermanfaat untuk orang lain.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
