Site icon NTD Indonesia

Kisah Pasir dan Batu di Dalam Toples

Toples

Toples. @Unsplash

Kisah Pasir dan Batu di Dalam Toples

Suatu hari di dalam kelas, seorang guru ingin memberikan pelajaran kehidupan pada murid-muridnya.

Jadi dia mengambil sebuah toples, dan mengisinya dengan batu, lalu ia bertanya pada murid-muridnya,

“Apakah toples ini penuh?”

Murid-muridnya menjawab:

“Penuh.”

Kemudian sang guru mengambil kerikil-kerikil kecil, dan memasukkannya ke dalam toples.

Ia mengguncang toples itu sebentar, hingga kerikil-kerikil tersebut turun dan memenuhi rongga-rongga di dalam toples itu.

Guru kembali bertanya:

“Apakah toples ini penuh?”

Murid-murid menjawab:

“Penuh.”

Kemudian sang guru mengambil pasir, dan memasukkannya lagi ke dalam toples, dia kembali mengguncangkan toples itu, hingga pasir-pasir itu turun, dan memenuhi rongga di bagian dasar toples tersebut.

Guru kembali bertanya:

“Apakah toples ini penuh?”

Murid-murid kembali menjawab:

“Penuh.”

Guru itu kemudian berkata:

“Toples ini adalah kehidupan kalian, batu ini adalah hal-hal penting dalam kehidupan, seperti: keluarga, kesehatan, dan semacamnya. Kalian cukup memiliki ini saja, maka hidup kalian sudah penuh, sementara kerikil adalah hal-hal tambahan, seperti: mobil mewah, perhiasan, dan semacamnya.

Dan pasir, adalah hal-hal kecil dalam kehidupan.

Jika kalian mengutamakan mengisi pasir ke dalam toples, maka tidak ada tempat lagi untuk batu-batu tersebut.

Sama seperti dalam hidup ini, jika kalian lebih mengutamakan hal-hal kecil, maka akan sulit untuk mempunyai tempat, untuk hal-hal yang besar dan utama.”

Tentukan prioritas dalam hidup, lebih banyak gunakan waktu untuk hal-hal besar dan utama, daripada hal-hal kecil yang hanya berfungsi sebagai tambahan.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.