Suatu hari di dalam kelas, seorang guru ingin memberikan pelajaran kehidupan pada murid-muridnya.
Jadi dia mengambil sebuah toples, dan mengisinya dengan batu, lalu ia bertanya pada murid-muridnya,
“Apakah toples ini penuh?”
Murid-muridnya menjawab:
“Penuh.”
Kemudian sang guru mengambil kerikil-kerikil kecil, dan memasukkannya ke dalam toples.
Ia mengguncang toples itu sebentar, hingga kerikil-kerikil tersebut turun dan memenuhi rongga-rongga di dalam toples itu.
Guru kembali bertanya:
“Apakah toples ini penuh?”
Murid-murid menjawab:
“Penuh.”
Kemudian sang guru mengambil pasir, dan memasukkannya lagi ke dalam toples, dia kembali mengguncangkan toples itu, hingga pasir-pasir itu turun, dan memenuhi rongga di bagian dasar toples tersebut.
Guru kembali bertanya:
“Apakah toples ini penuh?”
Murid-murid kembali menjawab:
“Penuh.”
Guru itu kemudian berkata:
“Toples ini adalah kehidupan kalian, batu ini adalah hal-hal penting dalam kehidupan, seperti: keluarga, kesehatan, dan semacamnya. Kalian cukup memiliki ini saja, maka hidup kalian sudah penuh, sementara kerikil adalah hal-hal tambahan, seperti: mobil mewah, perhiasan, dan semacamnya.
Dan pasir, adalah hal-hal kecil dalam kehidupan.
Jika kalian mengutamakan mengisi pasir ke dalam toples, maka tidak ada tempat lagi untuk batu-batu tersebut.
Sama seperti dalam hidup ini, jika kalian lebih mengutamakan hal-hal kecil, maka akan sulit untuk mempunyai tempat, untuk hal-hal yang besar dan utama.”
Tentukan prioritas dalam hidup, lebih banyak gunakan waktu untuk hal-hal besar dan utama, daripada hal-hal kecil yang hanya berfungsi sebagai tambahan.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.


