Budi Pekerti

Kisah Petani dan Kambing Miliknya

Di sebuah desa hiduplah seorang petani. Dia bekerja mengurus kebun milik seorang tuan tanah kaya, yang hidup di kota.

Setelah bekerja cukup lama, tuan tanah itu mengundangnya untuk datang ke kota, dan menghadiahinya seekor kambing.

Petani ini sangat senang.

Ia menggendong kambing tersebut di pundaknya, kemudian berjalan pulang ke desanya.

Di tengah jalan, sekelompok penipu melihatnya, dan bermaksud untuk menipu agar melepaskan kambing tersebut.

Mereka bersiasat agar berjalan dari arah berlawanan, agar berpapasan dengan si petani, dan muncul satu-persatu bergiliran. 

Penipu pertama berkata: “Mengapa Anda membawa-bawa keledai lemah di pundak Anda?”

“Hmm,, ini bukan keledai, ini adalah seekor kambing.”

Penipu itu berkata lagi: “Saya hanya mengatakan, apa yang saya lihat.”

Ia kemudian berjalan pergi.

Pemuda kedua kemudian berpapasan dengan si petani dan berkata:  “Apa tidak berat menggotong keledai itu?”

“Hehhh,,ini bukan keledai, ini seekor kambing. Apakah kamu tidak pernah melihat kambing sebelumnya?”

Si penipu kedua kemudian berkata: “Entahlah, saya hanya mengatakan apa yang saya tahu”

Ia kemudian berjalan pergi.

Penipu ketiga berpapasan dengan si petani, dan kemudian berkata: “Anak keledai itu kelihatannya lemah dan sakit, mau Anda bawa kemana?”

Si petani merasa kesal dan berkata: “Hahh,,ini bukan anak keledai, ini seekor kambing. Hahh, ada apa sih dengan orang-orang?”

Begitulah seterusnya, si petani terus menerus dijejali kebohongan, hingga akhirnya dia berpikir sendiri dalam hati: “Aduh, jangan-jangan, ini memang bukan seekor kambing, tapi keledai? Untuk apa saya membawa-bawa keledai yang kelihatannya sakit ini?”

Dan akhirnya si petani melemparkan kambing itu dari pundaknya dan berjalan pergi.

Para penipu yang telah mengikutinya sejak lama, dengan gembira langsung menangkap kambing tersebut, dan membawanya pergi.

Kebohongan yang berulang-ulang bisa membuat seseorang menjadi ragu. Karena itu seseorang harus belajar untuk memahami apa yang benar dan apa yang salah, dan menggunakan kebijakan untuk mengenali hal yang sesungguhnya.

Lebih banyak kisah Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.