Kisah ini disarikan dari cerita rakyat India. Alkisah ada seorang raja bernama Raja Chakravarti Samrat yang kaya raya. Dia memiliki segalanya. Di suatu pagi karena suatu alasan dia sangat bahagia dan mengumumkan bahwa “Saya sangat bahagia hari ini. Pengemis pertama yang datang dan meminta sesuatu, apapun yang diminta akan saya berikan kepadanya.”
Seorang pengemis datang ke sana. Raja datang kepadanya dan berkata, “O, pengemis, mintalah apa pun yang kamu inginkan, aku akan memberimu.” Pengemis itu berpikir sejenak, “Apa yang harus saya minta?” Kemudian dia berkata kepada raja: “Tolong beri aku sebuah mangkuk emas. Sekarang saya akan meminta-minta dengan mangkuk emas.”
Anda semua mungkin akan mentertawakan betapa bodohnya pengemis ini. Mengapa tidak berpikir: “Jika saya berada di tempatnya, saya akan meminta raja untuk menjadikan saya seorang raja.” Tetapi jangan terkejut mengetahui bahwa dalam cerita ini, pengemis ini mewakili kita dan raja mewakili Tuhan. Tuhan memberi kita tubuh manusia yang berharga dan kesempatan yang besar sekali untuk meningkat mencapai kesempurnaan. Kita bisa bebas dari semua kesengsaraan, mencapai kedamaian dan kebahagiaan selamanya. Tapi apa yang kita pilih, apa yang kita kejar, mirip seperti si pengemis itu.
Moral dari kisah ini adalah bahwa kesempatan lahir menjadi manusia adalah sangat berharga. Tuhan telah memberi kita kesempatan untuk menjadi seperti Dia, tetapi kita melupakan hakikat kita yang sebenarnya. Jadi jangan lewatkan kesempatan ini, berkultivasi kembali ke jati diri yang asli. (NTDIndonesia/th)

