Budi Pekerti

Kisah Sarjana dan Tukang Perahu

Ada seorang sarjana yang sangat cerdas, dia menjadi sangat cerdas dan berpengetahuan, karena sejak kecil dia selalu berkutat dengan buku.

Namun sayangnya, dia memiliki kekurangan, setelah mengetahui bahwa dia lebih cerdas dari yang lain, dia mulai menjadi sombong.

Suatu hari, dia diundang untuk menjadi pembicara di kota lain, jadi dia pergi ke kota lain tersebut, dengan menaiki perahu.

Di atas perahu hanya ada dirinya, dan seorang tukang perahu.

Tukang perahu itu tampak sebaya dengannya, dan usia mereka juga  sama.

Si sarjana berpikir, malang sekali nasib si tukang perahu, di usia yang sama dengannya, ketika dia menjadi sarjana hebat, orang di hadapannya hanya menjadi seorang tukang perahu.

Kesombongannya mulai timbul.

Dia bermaksud memamerkan kecerdasannya, dan berkata pada tukang perahu: “Hei, kamu tau tentang astronomi dan geografi?”

Tukang perahu menjawab: “Wah, apa itu, saya baru mendengarnya”

Sarjana: ”Hah? jadi kamu baru mendengarnya? Hehh,,, jadi kamu tidak tahu? Aduh,,,malang sekali hidupmu, masa mudamu telah dihabiskan dengan sia-sia.”

Tukang perahu hanya diam.

Tapi kemudian angin bertiup sangat keras,  dan mendorong perahu mereka menghantam batu karang, perahu itu retak, air mulai mengucur masuk.

Tukang perahu bertanya: “Tuan, apakah anda tahu bagaimana caranya untuk berenang?”

Sarjana menjawab: “Ber,ber,,berenang? yang benar saja? Saya tidak bisa!

Tukang perahu: “Astaga, anda telah gagal mempelajari satu keterampilan penting dalam hidup, perahu kita sudah mau tenggelam sekarang!”

Jangan pernah merasa sombong atas kemampuan yang kita miliki, juga jangan pernah memandang rendah orang lain, hanya karena mereka tidak memiliki kemampuan seperti yang kita miliki. Setiap orang itu unik, dan memiliki kekurangan serta kelebihannya masing-masing.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

slot gacor