Budi Pekerti

Kisah Sejarah: Beberapa Generasi Hidup di Bawah Satu Atap

Keluarga besar (Screenshot @Storyblocks)
Keluarga besar (Screenshot @Storyblocks)

Selama Dinasti Tang, di kota Luzhou ada sebuah keluarga petani dari lima generasi yang tinggal di bawah satu atap. Ketika Kaisar Taizong memimpin pasukan untuk menumpas pemberontakan di Bingzhou, dia berhenti di rumah petani itu.

Kaisar memanggil semua anggota keluarga yang lebih tua dan bertanya kepada mereka, “Apa rahasia memiliki lima generasi yang tinggal di bawah satu atap?”

Para petani menjawabnya dengan menulis karakter:”Toleransi.” Kaisar terharu hingga menangis, dan menghadiahinya dengan banyak sutra dan satin.

Dalam buku “Yuan’s Paradigms of Behavior” dikatakan bahwa, “Bagi keluarga yang telah hidup harmonis dalam waktu yang lama, pasti disebabkan oleh sikap toleran dari anggota keluarga tersebut.

Namun, hal itu bisa menjadi masalah jika seseorang hanya menoleransi secara pasif tanpa mengetahui bagaimana caranya.

Beberapa orang mempraktekkan toleransi sebagai menyembunyikan kemarahan di hati mereka ketika mereka tersinggung, tapi itu hanya bisa berhasil beberapa kali.

Ketika keluhan menumpuk pada titik tertentu dan kemudian pecah, akan seperti banjir yang menghancurkan tanggul, dan tidak tertahankan.

”Lebih baik memadamkan amarah pada saat itu saja (tidak dipendam), jadi tidak usah dipedulikan, menganggap orang itu tidak sengaja, atau orang itu jahil atau hanya kebetulan, tidak dimasukkan kedalam hati, bahkan berpikir jika dia menyinggung saya sepuluh kali sehari, saya tidak akan menunjukkan keluhan dalam berkata-kata dan sikap tidak senang.

”Hanya inilah toleransi yang sesungguhnya; membiarkan segala sesuatu terjadi menurut kehendak-Nya, membiarkan segala sesuatu mengalir tanpa ada yang terjerat dalam hati & pikiran.”(pureinsight)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI