Di sebuah ladang jagung sedang diadakan kontes pemilihan jagung tersehat, semua jagung berkumpul sibuk menentukan pilihannya masing-masing. Suasana sangat ramai. Juri mulai menghitung dan mencatat hasilnya di papan.
Para jagung menunggu dengan tegang, ingin jagoannya menang. Suasana makin ramai hingga ketua juri menenangkan mereka: “Perhatian, perhatian, terima kasih kalian telah mengikuti perlombaan pemilihan jagung sehat pada tahun ini. Juara akan diumumkan sebentar lagi, para hadirin diharap tenang!”
Para kontestan yang berada di panggung juga cukup tegang. “Juara lomba jagung sehat pada tahun ini adalah : Nomer Lima!!” Penonton lantas bersorak, “Hore!! Hore! Hebat ya!” Ketua Juri menyerahkan piala kepada kontestan nomer lima berkata, “Nomer lima, Anda layak terpilih jadi juara jagung sehat dari 300 peserta, semoga anda bisa memecahkan rekor dan mendapat harga jual tinggi.” Para hadirin pun memberikan tepuk tangan.
Seketika Jagung Sehat ini pun menjadi idola, dimanapun berada selalu menjadi pusat perhatian. Para tetangga jagung yang tumbuh di sekitarnya berkata “Wah, bisa jadi tetangga sang juara, sungguh membanggakan.”
Kini saatnya musim panen jagung. Nenek tani berjalan menuju ladang jagungnya.
“Sstt, Nenek tani datang, lihat tangannya membawa apa?” kata Jagung jambul. Jagung pendek menyahut, “Keranjang, hari ini adalah saat memetik jagung.” Kemudian para jagung menyiapkan diri sebaik mungkin agar dipetik oleh nenek tani.
Setelah mendekat, nenek tani bergumam,“Hhmm kali ini kelihatannya jagung-jagung tumbuhnya sangat baik.” Tak lama kemudian nenek tani telah selesai memetik dan membawa pergi sekeranjang penuh jagung. Tapi si Jagung Sehat tidak dipetik, tentu para jagung keheranan, “Hei, mengapa nenek tidak memetik jagung yang paling baik?” Melihat wajah sedih Jagung sehat, yang lainnya menghibur, “Ah mungkin nenek tani tidak melihat kamu, besok kamu pasti dipetik olehnya, dijual ke pasar dengan harga tinggi dan menguntungkan Nenek kita tercinta!”
Keesokan hari, nenek tani datang lagi ke ladang, tetapi dia tetap tidak memetik jagung yang sehat itu. Para jagung tambah heran, “Kali ini nenek kenapa lagi, apa mungkin harus pakai kacamata?” si jambul ikut menghibur, “Besok, besok, saya tebak nenek tani pasti memilih kamu untuk dipetik.” Hari demi hari, semua jagung telah selesai dipetik, di ladang jagung hanya tersisa si Jagung sehat itu, jagung yang semula padat berisi dan sehat telah berubah menjadi kering, menyusut dan keras.
Si Jagung Sehat ini pun menangis, ”Mengapa nenek tani tidak mau mengambil aku, bukankah aku adalah jagung yang paling sehat? Sekarang matahari telah membuatku jadi kering, susut dan keras, kelihatannya aku akan membusuk…hik..hik.”
Keesokan harinya, nenek tani datang lagi ke ladang dan berkata, “Ini adalah jagung yang benar-benar susah didapat, sudah besar, cantik lagi, menggunakannya sebagai benih bibit unggul maka tahun depan seluruh ladang ini akan dipenuhi jagung hebat seperti dia. Sungguh luar biasa!” Mendengar itu si Jagung sangat terharu. Nenek tani lalu memetiknya dengan hati-hati dan tersenyum puas…
Setiap makhluk hidup yang dilahirkan didunia ini mempunyai talenta dan keunikannya masing-masing. Apa yang diberikan alam kepada diri kita pastilah ada maksud dan tujuannya. Karena itu selalu bersyukur atas segala pemberian Tuhan, itu yang paling utama. (minghui/ch)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

