Bertahun-tahun yang lalu, ada seorang pengusaha kaya bernama Xiantan. Dia mempraktikkan ajaran Buddha dan percaya bahwa segala sesuatu di dunia manusia hanyalah ilusi, dan hanya orang-orang dengan standar moral yang tinggi yang benar-benar kaya. Oleh karena itu, dia mulai melakukan perbuatan baik untuk orang lain dan dia berpikir bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa dia akan menikmati kebahagiaan di masa depan.
Dia menyadari bahwa banyak orang yang sakit, jadi dia membeli banyak obat herbal. Kemudian dia mendirikan sebuah meja di pasar untuk memberikan obat secara gratis. Semua orang memujinya, mengatakan bahwa dia baik hati. Segera, berita bahwa Xiantan memberikan obat secara gratis menyebar ke mana-mana, dan pasien dari keempat penjuru negeri datang kepadanya.
Hari demi hari, tahun demi tahun, ia terus mengobati pasien dengan obat herbalnya. Meskipun uangnya menipis, tetapi dia masih terus memberikan ramuan gratis kepada para pasien. Suatu hari, dalam perjalanannya untuk mengumpulkan obat herbal, ia melihat beberapa gerobak berisi pasien dengan penyakit yang berbeda. Dia bertanya, “Mau ke mana kalian?”
Mereka menjawab, “Kami akan menemui Xiantan agar dia dapat membantu kami.”
Xiantan segera menemui Raja dan meminjam 500 tael emas yang digunakannya untuk membeli banyak ramuan untuk membantu mereka. Setelah perawatan dan pengobatan intensif yang dilakukan Xiantan, para pasien perlahan-lahan sembuh. Sayangnya, karena uang yang dipinjamnya, Xiantan menjalani kehidupan yang sangat miskin setelahnya.
Pada saat itu, sekelompok pengusaha sering pergi ke laut untuk berdagang barang, mencari harta karun langka, dan menghasilkan banyak uang. Xiantan berpikir untuk mencari kekayaan dengan cara ini untuk melunasi hutangnya, jadi dia pergi dengan sekelompok pengusaha. Mereka bekerja sangat keras dan mengumpulkan beberapa barang berharga dari perjalanan mereka. Mereka dengan senang hati berangkat pulang, tapi cuaca sangat panas dan kering, dan mereka menjadi sangat haus setelah berjalan untuk waktu yang lama. Xiantan tiba-tiba melihat sebuah sumur dan dia berlari ke sana dan mulai minum dari sumur itu.
Ketika mereka mengumpulkan harta karun, para pengusaha menyadari bahwa di antara barang-barang yang telah dikumpulkan Xiantan terdapat sebuah mutiara yang sangat besar dan berkilau. Mereka sangat iri dan mereka semua menginginkannya untuk diri mereka sendiri. Ketika Xiantan membungkuk untuk meminum air dari sumur, mereka melihat kesempatan untuk mengambilnya. Jadi pada saat Xiantan membungkuk untuk minum, mereka mendorongnya ke dalam sumur.
Namun, segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana. Xiantan telah melakukan banyak perbuatan baik untuk orang lain. Perilakunya yang baik telah menggerakkan Surga, dan pada detik-detik terakhir para Dewa menangkapnya, dan dia tidak terluka.
Ketika para pengusaha kembali ke rumah, Raja bertanya, “Di mana Xiantan?”
Mereka semua berpura-pura tidak tahu apa-apa. Mereka berkata, “Yang Mulia, kami terpisah setelah kami meninggalkan negara ini, dan kami tidak tahu ke mana dia pergi.”
Raja tidak percaya dan berkata, “Katakan yang sebenarnya! Apakah kamu yang membunuhnya?”
Para pengusaha buru-buru menyangkalnya dan berkata, “Tidak, tidak! Kami tidak membunuhnya!”
Jadi, di manakah Xiantan? Setelah mendarat, dia melihat ada lubang di sisi sumur. Lubang itu cukup besar untuk dia masuki. Setelah masuk ke dalam lubang itu, dia berjalan keluar dari sumur. Dia terus berjalan selama tujuh hari, dan akhirnya dia kembali ke rumah. Ketika Raja melihatnya, dia bertanya, “Yang lain membawa pulang banyak barang berharga. Mengapa kamu kembali dengan tangan kosong?”
Xiantan berkata dengan samar, “Saya tidak berhasil, jadi saya kembali dengan tangan hampa.” Raja meragukan ceritanya, tapi kemudian dia berpikir, “Pasti ada alasannya.” Dia memanggil para pengusaha dan berkata, “Xiantan kembali hidup-hidup! Sekarang, kalian harus mengatakan yang sebenarnya, jika tidak, kalian semua akan dihukum mati.”
Para pengusaha itu ketakutan, jadi mereka mengatakan yang sebenarnya. Raja sangat marah dan memerintahkan agar mereka semua dipenjara untuk menunggu eksekusi.
Ketika Xiantan mendengar hal ini, dia menjadi khawatir. Dia bergegas ke istana dan mengatakan kepada Raja bahwa semuanya adalah kesalahannya. Raja bertanya, “Apa kesalahanmu? Kejahatan mereka telah ditetapkan dan kasus mereka tidak dapat diubah.”
Xiantan memohon kepada Raja lagi dan berkata, “Yang Mulia, mohon maafkan mereka!”
Raja akhirnya berjanji untuk tidak mengeksekusi mereka dan memerintahkan agar mereka mengembalikan mutiara Xiantan kepadanya. Para pengusaha itu pun menangis dan memberikan benda-benda yang paling berharga yang mereka kumpulkan kepada Xiantan. Namun Xiantan hanya mengambil benda-benda yang ia kumpulkan. Para pengusaha itu memohon kepada Xiantan untuk mengambil semuanya. Mereka berkata, “Karena kebaikan hatimu, kami diselamatkan! Anda harus mengambil harta itu.”
Pada akhirnya, Xiantan harus menerima harta karun yang mereka tawarkan.
Xiantan melunasi semua utang kepada Raja dan terus melakukan perbuatan baik untuk orang-orang. Semua orang memujinya karena moralnya yang tinggi. (shenyuncollections.com)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini
Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations
VIDEO REKOMENDASI

