Site icon NTD Indonesia

Masalah

Tiba tiba suatu hari anak saya yang kedua menelpon saya “ Pi, ada masalah buruk, masalahnya besar Pi!”, saya dengan tenang menjawab,  “Masalah buruk apakah”? , “Sepedaku rusak, nggak bisa dipompa!” Saya singkat menjawab, “Baiklah nanti papa lihat ya … “

Saya mencoba melihat dan memahami kondisi anak saya dengan membayangkan kalau itu terjadi dengan mobil saya yang tiba tiba kempes pas saya mau berangkat kerja, memang masalah tapi tidaklah masalah besar bagi saya, tapi bagi anak saya belum tentu.  Anak saya merasa terganggu biasanya dia kemana saja menggunakan sepeda, dan merasa nyaman dengan sepedanya sehingga ia tidak perlu terlalu lelah dengan berjalan kaki, padahal kami tinggal di kompleks yang sebetulnya rumah temannya dekat  dan besarnya komplek tidaklah terlalu luas … tapi tetap ia mengatakan itu adalah masalah besar…

Masalah besar atau Masalah kecil?

Memahami masalah apakah Masalah besar atau kecil tergantung dari perspektif seseorang.  Seperti masalah anak saya memandang masalahnya, baginya adalah big deal, tapi bagi saya bukan. Mengapa? Karena umumnya orang dewasa memiliki perspektif yang lebih luas, memiliki berbagai alternatif pilihan yang membuatnya bisa lebih menyikapi dengan dewasa ..

Masalah menjadi besar jika pilihan pilihan yang dimiliki seseorang untuk menyelesaikan masalah tersebut sedikit atau malah tidak memiliki alternatif lain, dampaknya hanya menerima keadaan. Contoh sederhana ketika seseorang sudah tidak nyaman dengan pekerjaannya, namun belum ada tempat kerja lain yang menerimanya, maka mau tidak mau dia terpaksa menerima pilihan tersebut.  Setidaknya menunggu sampai ada tempat yang mau menerimanya. Sebab jika dia langsung keluar tidak menanggung ketidaknyamanan tersebut akan terjadi masalah yang lebih besar lagi, bagaimana jika tidak ada penghasilan … bukankah semakin bermasalah?

Menyelesaikan masalah Memperluas Perspektif

Memperluas perspektif berarti mencoba melihat masalah dari berbagai dimensi atau sisi. Semakin banyak dimensi dan sisi yang dilihat semakin mampu menciptakan solusi solusi. Biasanya orang orang yang memiliki perspektif luas lebih toleran dan sabar menghadapi masalah.

Gambar di samping sangat jelas menunjukkan dua orang dalam memandang perspektif yang berbeda pada bentuk yang sama. Bagaimana menyelesaikan masalah tersebut? Sederhana bukan, masing masing bertukar posisi! Dengan mau memahami cara melihat seseorang ada di posisi mana akan menemukan banyak masalah yang akhirnya bukan masalah … masalah sesungguhnya adalah ketidakmampuan seseorang memahami perspektif orang lain.

Semoga anda dan saya semakin mampu menyelesaikan masalah dengan memperbesar perspektif kehidupan kita masing masing .. (ntdindonesia/Candra)