Site icon NTD Indonesia

Mencari Bahagia

Seperti apakah kebahagiaan itu? Orang dalam dunia ini selamanya tidak pernah berhenti untuk mencari jawabannya. Pada setiap zaman, manusia selalu menggunakan cara mereka yang khas untuk mencarinya. Yang akan datang kemungkinan masih demikian juga.

Mencari kebahagiaan, kunci utama terletak pada diri sendiri. Sebenarnya kegembiraan itu selalu berada di samping Anda. Begitu Anda bisa menemukan sumber kegembiraan, tidak hanya diri Anda sendiri yang bisa mempergunakan kegembiraan itu setiap saat, juga bisa berbagi dengan setiap orang.

Suatu ketika ada seorang bintang film kawakan yang rambutnya sudah memutih hadir dalam sebuah acara khusus di sebuah stasiun TV. Terlihat aktor itu memegang tongkat dan berjalan dengan langkah tertatih-tatih ke atas panggung. Ia terlihat kesulitan untuk duduk di kursi yang ada di atas panggung. Melihat orang setua ini, wajar saja jika orang mengkhawatirkan kesehatannya.  

Maka si pembawa acara begitu buka mulut langsung menanyakan, “Apakah Anda sering pergi ke dokter?”

“Benar, saya sering pergi ke dokter.”

“Mengapa?”

“Karena orang yang sakit harus pergi ke dokter, maka dokter baru bisa punya penghasilan untuk melanjutkan hidup.”

Jawaban ini begitu keluar dari mulutnya, langsung disambut oleh suara tepuk tangan yang meriah oleh para pemirsa yang berada di bawah panggung.

Pembawa acara melanjutkan bertanya, “Apakah Anda sering ke toko obat untuk membeli obat?”

“Benar, saya sering pergi. Karena pemilik toko obat itu juga harus mempertahankan hidupnya.”

Terdengar lagi suara tepuk tangan di bawah panggung.

Pembawa acara menanyakan pertanyaan yang lain, “Apakah keadaan istri Anda baik-baik?”

“Oh, masih yang satu itu, tidak bisa diganti?”, candanya

Suara tawa di bawah panggung………

Melihat orang yang Anda kenal dengan baik yang berada di sekitar Anda yang memiliki kegembiraan, kebanyakan dari mereka tidak mempunyai alasan khusus yang patut digembirakan, tetapi mereka sepertinya bisa menemukan kegembiraan itu dimana-mana. 

Menanyakan dengan seksama sebab yang berada di dalamnya, Anda akan menemukan, jawabannya sebenarnya jauh lebih sederhana dari apa yang kita bayangkan. Marilah kita mendengarkan beberapa petuah yang sudah kerap Anda dengarkan:

“Setiap orang memiliki kelebihannya sendiri, kita harus berusaha menggali kelebihan itu!”

“Setiap orang memiliki sisi cerahnya sendiri, Anda harus menghadap ke sisi tersebut untuk melihat.”

“Menganggap setiap hari sebagai tantangan yang baru, Anda mengharapkan dia berubah menjadi bagaimana, dia akan berubah sesuai dengan kehendak Anda.”

Jangan menjadi risau berlebihan karena persoalan kecil! Manusia memiliki kekuatan terpendam yang tak terbatas untuk menjajaki kegembiraan. Walaupun dirinya berada dalam keadaan yang paling sulit dan menderita, dalam  situasi  yang  paling menyedihkan, masih bisa hidup dengan bahagia. Energi yang ajaib ini bersumber dari dalam hati setiap orang.

Kegembiraan bukan ditentukan dari harta kekayaan. Pernahkah Anda mengamati tipikal sebagian pebisnis?

Setiap pagi, meskipun mereka berjalan melalui taman umum dengan bunga yang penuh dengan keharuman semerbak, saat itu dimana-mana muncul vitalitas hidup, tetapi derap langkah mereka selalu tergesa-gesa, pandangan mereka lurus ke depan, sama sekali mengabaikan pemandangan indah seperti ini.

Bunga-bunga indah yang bermekaran, tanaman perdu yang lebat, semak-semak rumput yang rimbun nan hijau, sama sekali tidak masuk ke dalam pandangan mata mereka. Sekalipun mereka sedang berjalan di jalan kecil yang berada di desa, mereka juga tetap acuh tak acuh, serta apatis. Burung-burung yang berkicau, sungai kecil yang bernyanyi, bunga-bunga liar yang beradu keunikan dan keelokan, semua ini tetap tidak bisa menarik mereka keluar dari kesibukan memeras otak dan berpikir. Mereka selalu terjerumus ke dalam karier mereka sendiri dan tidak bisa melepaskan diri. Mereka menggunakan seluruh niatan mereka untuk mendulang emas dan menggali perak, sama sekali tidak ada waktu senggang mempergunakan hati untuk merasakan kegembiraan.

Demi mencari uang, kita sibuk bekerja tanpa istirahat, sudah letih dan lesu, bagaimana mungkin bisa mendapatkan kehidupan yang indah dan bergembira? Kegembiraan itu datang pada hari ini. Jika selalu menitipkan kegembiraan pada esok hari, hal tersebut sudah merupakan suatu kesalahan yang sangat besar.

Ada sebagian besar orang, sepanjang tahun bekerja bagaikan budak, mereka tidak membiarkan diri mereka sendiri memanjakan diri, tidak membiarkan diri mereka menonton pertunjukan drama atau pergi mendengarkan sebuah konser, tidak membiarkan diri mereka pergi bertamasya, juga tidak membiarkan diri mereka membeli sebuah buku yang sudah lama sekali mereka dambakan.

Mereka selalu berpikiran, tunggu saya memiliki uang yang cukup, akan bisa memenangkan kenikmatan yang lebih banyak. Setiap tahun mereka selalu mendambakan pada tahun yang akan datang dirinya bisa melewati kehidupan yang berbahagia, atau bisa melakukan sebuah perjalanan tamasya yang berfoya-foya dengan memboroskan uang. Tetapi ketika dirinya sudah berada pada tahun kedua, mereka menemukan diri mereka sendiri harus menahan diri untuk beberapa waktu lagi, berhemat dulu. Karena angan-angan mereka itu setahun demi setahun ditunda, sampai akhirnya mereka berubah menjadi sikap tak peduli. 

Pada akhirnya ketika mereka menemukan bahwa diri mereka bisa menuntut sedikit kegembiraan, semuanya sudah menjadi terlambat. Sampai saatnya mereka bisa bertamasya keluar negeri, bisa pergi mendengarkan sebuah konser, bisa pergi membeli sebuah karya seni, bisa melalui membaca buku memperluas wawasan mereka, namun mereka sudah tidak lagi memiliki waktu, kehilangan kesehatan, atau sudah terbiasa dengan kehidupan yang monoton tidak bervariasi, kegairahan hidup telah lama sirna, keinginan sejak awal sudah terkikis habis, kemampuan untuk menikmati hidup sejak awal sudah dirusak oleh pengekangan hidup dalam jangka waktu yang lama.

Sumber kebijakan

Setiap hari kesempatan untuk bergembira akan selalu berada di samping Anda. Walaupun kegembiraan tidak berada di samping Anda, Anda juga harus pikirkan cara untuk menciptakannya.

Jangan lagi menjadi orang yang putus asa dan kehilangan semangat, jangan lagi menganggap hal-hal yang belum berhasil sebagai suratan takdir, galilah kekuatan ajaib yang berada dalam hati Anda sendiri, selalu bersyukur, di dalam kehidupan sehari-hari mencari alasan bagi diri sendiri untuk bergembira!  (epochtimes/luobin/lin)