Baik kekuatan maupun kekurangan bisa menjadi kelemahan, tetapi Anda juga bisa mengubah kelemahan menjadi kekuatan.
Ada banyak kelemahan dalam sifat manusia, seperti keserakahan, ketakutan, iri hati, kemalasan, nafsu, kesombongan, dan percaya takhayul. Kelemahan tersebut dimanfaatkan oleh dunia pemasaran dan periklanan.
Baik itu dalam bisnis, perang, tempat kerja, atau interaksi manusia, jika Anda memiliki wawasan tentang kelemahan yang ditemukan dalam diri Anda dan orang lain, Anda dapat mengambil inisiatif dan mengubah kelemahan menjadi kekuatan.
Pada tahun 1949, sebuah mobil Jerman bernama Volkswagen memasuki pasar Amerika. Karena mobil itu kecil dan berbentuk bulat, maka diberi nama VW Beetle. Saat itu, mobil mewah berukuran besar sedang populer di AS. Penampilan Beetle tidak dilirik, dan jatuh ke dalam situasi putus asa karena tidak ada yang tampak tertarik.
Ferdinand Porsche, kepala perusahaan, merasa situasinya tidak ada harapan. Dalam upaya untuk membalikkan keadaan, dia mengirim seorang pria bernama Carl Hahn ke Amerika untuk mencari bantuan. Hahn akhirnya mendekati William Bernbach dari biro iklan New York DDB dan meminta saran padanya.
Setelah beberapa hari penelitian dan analisis, Bernbach menunjukkan bahwa karena kecil adalah kelemahan terbesar Beetle, mengapa tidak menggunakan kata “kecil” sebagai nilai jual? Ide inovatif Bernbach akan merevolusi industri periklanan.
Bagaimana Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan
Beberapa hari kemudian, sebuah iklan Beetle muncul di media. Iklan tersebut mengungkap kelemahan Beetle, menunjukkan ukuran mobil yang kecil dengan headline “Think Small”.
Di akhir iklan ada kalimat yang mendukung keuntungan menjadi kecil: parkir mudah, bensin irit, biaya asuransi rendah, dan biaya perawatan rendah.

Iklan ini langsung menarik perhatian orang dan bergema dengan orang Amerika. Akibatnya, Beetle semakin populer, secara bertahap menjadi salah satu mobil yang paling dicintai di Amerika. (©Volkswagen)
Terkadang, mengekspos kelemahan Anda mungkin menjadi kunci bagaimana mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Kekurangan, di satu sisi, bisa berubah menjadi keuntungan di sisi lain.
Memahami Kelemahan Anda
Beberapa hiu pemakan daging bisa sangat agresif, dan hanya sedikit orang yang dapat melarikan diri dari pemangsa yang tersembunyi ini begitu mereka terlihat.
Seorang ahli biologi kelautan telah mempelajari hiu selama bertahun-tahun. Meskipun dia secara teratur melakukan kontak dekat dengan mereka, anehnya, hiu tampaknya tidak mempedulikannya. Jadi apa rahasianya?
“Hiu sebenarnya tidak menakutkan. Yang menakutkan adalah ketika Anda melihat hiu, Anda takut terlebih dahulu,” kata ahli biologi itu.
Ketika seseorang bertemu dengan hiu, mereka menjadi ketakutan, dan detak jantungnya menjadi lebih cepat. Ternyata jantung yang berdetak cepatlah yang menarik perhatian hiu, memungkinkannya untuk menemukan mangsanya dari gelombang induksi jantung yang berdetak cepat di air.
Jika Anda tetap tenang di hadapan hiu, maka ia tidak akan mengancam Anda, bahkan jika tidak sengaja menyentuh Anda, ia tidak akan menyerang, melainkan akan segera berenang menjauh dari Anda untuk mencari mangsanya. Anda gemetar ketakutan, detak jantung Anda berdetak cepat, maka Anda masuk dalam radar mereka.
Dengan memahami kelemahan hiu, Anda dapat memanfaatkannya untuk keuntungan Anda. Jika Anda dapat menjaga hati yang tenang dan tetap tidak bergeming dalam menghadapi bahaya, Anda akan menemukan bahwa bahaya berlalu begitu saja.(nspirement)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
