Meskipun dunia mungkin tidak memiliki sistem untuk mengontrol kejadian-kejadian yang terjadi, kebaikan dan kejahatan membentuk siklus sebab dan akibat, dan perbuatan anda akan dibalas dengan setimpal.
Jadi, menyelamatkan orang lain sebenarnya menyelamatkan diri sendiri.
Pada masa Wanli Dinasti Ming, ada seorang saudagar kaya yang berbisnis di daerah Jiujiang. Suatu hari, ketika dia sedang menyeberangi Sungai Yangtze dengan perahu, dia melihat beberapa orang jatuh ke sungai.
Ternyata perahu yang mereka tumpangi telah dibajak oleh bandit dan mereka tidak hanya dirampok barang-barangnya, tetapi juga didorong ke sungai.
Ketika saudagar kaya itu melihat orang-orang meminta tolong di sungai, dia segera menyuruh anak buahnya dan menyelamatkan mereka satu per satu. Tujuh orang yang diselamatkan semuanya adalah kandidat untuk ujian kekaisaran di ibukota. Mereka semua pergi ke ibukota untuk menghadiri ujian mereka.
Ia memberi mereka pakaian bersih, makanan, dan uang untuk melanjutkan perjalanan mereka semua. Saudagar kaya itu tidak menanyakan nama mereka atau dari mana asalnya, juga tidak memberi tahu mereka namanya.
Tahun berikutnya, enam dari tujuh berhasil dalam ujian kekaisaran, salah satunya adalah Fang Wanze dari Putian, Fujian. Delapan tahun kemudian, Fang Wanze ditunjuk oleh pengadilan sebagai sejarawan kekaisaran dan melakukan tur inspeksi di Jiaxing dan Huzhou.
Sebagai tanda penyambutan, Tu Chongyang, yang saat itu menjabat sebagai gubernur Jiaxing, mengadakan perjamuan untuk Fang Wanze di kediamannya.
Pada saat itu, seorang saudagar kaya telah kehilangan semua uangnya dalam bisnis dan telah menawarkan dirinya sebagai budak kepada keluarga gubernur. Karena sedang ada jamuan, dia juga melayani para tamu di acara tersebut.
Ketika Fang Wanze melihat pelayan ini di perjamuan, dia ingat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu, dan bertanya kepadanya mengenai kejadian di sungai Yangtze. Pelayan yang dulunya merupakan saudagar kaya itu, masih ingat akan kejadian tersebut.
Fang Waze meninggalkan tempat duduknya dan berlutut cukup lama untuk mengatakan: “Saya adalah salah satu dari tujuh orang yang anda selamatkan.”
Setelah mengatakan ini, Fang Wanze menoleh ke Gubernur Tu dan berkata: “Saya ingin membayar kebebasan dia, apakah anda setuju?” “Tentu saja,” jawab Gubernur.
Wanze memberi tahu beberapa orang lain yang telah diselamatkan bahwa dia telah menemukan orang yang dulu menolong mereka, dan sekarang lagi kesulitan.
Ketika mereka mendengar berita itu, mereka urunan memberikan bantuan modal kepada pedagang itu. Pedagang itu menggunakan uang itu untuk memulai bisnisnya lagi, yang berjalan lancar, dan dia segera menjadi saudagar kaya kembali. Menyelamatkan orang lain akan mendapat balasan yang setimpal. (nspirement)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

