Budi Pekerti

Murid Tukang Kunci

Kunci (Kzenon @Canva Pro)
Kunci (Kzenon @Canva Pro)

Kakek tukang kunci dalam kehidupannya seumur hidup memperbaiki kunci, kunci yang telah diperbaiki tak terhitung jumlahnya, dia sangat terampil, dan biaya yang ditagih juga wajar, sehingga dia sangat dihormati oleh orang-orang. 

Kakek tukang kunci telah tua, ia juga tidak punya anak, untuk menjaga keterampilan jangan hilang, ia mencari penerusnya. Akhirnya, kakek tukang kunci menerima dua orang murid, dua pemuda ini sangat cerdas. Kakek tukang kunci juga sangat menyukai mereka, ingin mewarisi keahlian seumur hidupnya untuk mereka.

Setelah beberapa waktu kemudian, dua orang pemuda ini telah mempelajari banyak tekniknya. Tapi diantara dua orang muridnya, dia hanya ingin mewarisi semua ilmunya kepada satu murid saja, kakek tukang kunci memutuskan untuk menguji mereka.

Hari ini, kakek tukang kunci menyiapkan dua brankas, ditempatkan di dua kamar, membiarkan kedua murid untuk membuka, siapa yang menghabiskan waktu yang singkat, maka dia adalah pemenangnya. Tes ini untuk ke dua muridnya sangat sederhana, karena mereka telah memiliki keterampilan khusus.

Akhirnya, murid pertamanya menggunakan waktu kurang dari sepuluh menit untuk membuka brankas, dan murid ke dua telah menghabiskan waktu setengah jam. Semua orang berpikir bahwa murid pertama sebagai pemenang tidak diragukan lagi, karena perbedaan waktu terlalu menyolok. Semua orang menunggu kakek tukang kunci mengumumkan pemenangnya.

Semua orang dalam keadaan bertanya-tanya, kakek tukang kunci bertanya kepada murid pertamanya: “Kamu adalah orang yang pertama membuka brankas tersebut, di dalam brankas ada barang apa?” Murid pertama dengan mata cerah berkata dengan penuh semangat: “Guru, didalamnya ada banyak uang, uang tersebut cukup untuk dipergunakan untuk sisa hidup saya! Saya belum pernah melihat begitu banyak uang. “

Kakek tukang kunci memalingkan kepalanya bertanya pertanyaan yang sama kepada murid ke dua, murid kedua setelah lama dengan ragu-ragu berkata: “Guru, saya tidak melihat di dalamnya ada barang apa, Guru hanya menyuruh saya membuka kunci, saya hanya membuka kunci, saya tidak melihat didalam brankas ada barang apa. “

Kakek tukang kunci sangat senang, dengan sungguh-sungguh menyatakan murid ke dua sebagai penggantinya. Murid pertama tidak puas, semua orang juga tidak mengerti.

Kakek tukang kunci dengan tersenyum, mengatakan: “Tidak peduli apa profesi kalian, harus menjunjung kata ‘moral yang mulia”, terutama profesi ini, harus memiliki moral yang lebih tinggi, seseorang memiliki hati yang baik, dia melihat dunia, akan menjadi jelas, ia akan menjadi orang yang bermoral, orang yang terutama adalah untuk membentuk jiwanya terlebih dahulu, dan kemudian dapat membangun kepribadian yang mulia.

Saya menerima murid, adalah untuk membuatnya berkembang menjadi tukang kunci yang luar biasa, yang dia harus lakukan adalah di dalam hatinya hanya ada kunci, dan terhadap yang lain, uang dan harta dia harus menutup matanya. 

Jika tidak, jika didalam hatinya ada sifat egois, serakah, membuka pintu masuk ke rumah orang membuka brankas menjadi perampok adalah hal yang sangat mudah, akhirnya hanya dapat merugikan orang lain dan diri sendiri. 

Kami tukang memperbaiki kunci, di hati masing-masing orang harus memiliki kunci tidak dapat dibuka, dan bersedia membantu kepentingan orang lain, bukan demi diri sendiri ── hanya membantu orang lain membuka kunci saja , hanya itu saja! “

Tidak ada yang lebih penting daripada kejujuran! Pilar semangat ini, merupakan martabat seseorang, harga diri, kepercayaan diri dan integritas. 

Jadi, dengan demikian Anda akan menjadi orang  yang dihormati orang lain dengan tulus, Anda akan dianggap orang yang memiliki karakter yang paling berharga di dunia yaitu – moral yang mulia. (minghui school)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI