Dalam ajaran agama mana pun, diajarkan bahwa manusia dan alam harus hidup berdampingan dengan harmonis. Ketidak-harmonisan akan berbuah bencana, seperti yang terjadi baru-baru ini di Afrika Selatan, dimana manusia mencoba untuk menentang alam dan ciptaan-Nya.
Niat pria yang masuk ke Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan pada Selasa (2 April) ini memang telah diawali dengan niat buruk untuk memburu badak. Namun, siapa sangka nasib berkata lain, bukannya badak yang berhasil ia bunuh, malah ia tewas diinjak-injak seekor gajah, dan jasadnya disantap oleh singa.
Surat kabar Inggris ‘The Sun’ melaporkan, pria ini datang bersama empat temannya ke Taman Nasional Kruger, yaitu sesama pemburu gelap. Saat sang pria diinjak-injak dengan brutalnya oleh gajah, keempat temannya itu segera melarikan diri dengan ketakutan, dan memberitahu pihak keluarga sang pria akan kejadian nahas tersebut.
Dua hari kemudian, tim patroli Taman Nasional berhasil menemukan sisa-sisa jasad korban—berupa tengkorak kepala dan celana yang diyakini milik korban.
“Tidak bijaksana menyusup masuk Taman Nasional Kruger secara ilegal, akan ada banyak bahaya. Kejadian ini telah membuktikannya,” kata Glenn Phillips, salah satu pengurus Taman. “Kami turut bersedih melihat putri korban berduka kehilangan ayahnya.”
Perburuan terhadap badak memang telah melonjak drastis dalam beberapa dekade terakhir. Di Afrika Selatan dan Kenya saja, spesies yang terancam punah ini telah terbunuh hingga mendekati 6,300 ekor.
Saat ketidakharmonisan antara manusia dan alam terjadi, alam dapat memberikan peringatan bahwa kekuatannya bukanlah sesuatu yang dapat diremehkan. Kini tinggal manusia saja yang harus merefleksikan diri dan kembali ke asal jati diri, menjadi harmonis dengan alam. (ntdtv/crl/lia)

