Site icon NTD Indonesia

Pemikiran yang Benar Membuat Seorang Ayah Menemukan Kembali Putranya

Ayah anak

Ayah anak

Ada sebuah pepatah Tionghoa: “Nafsu adalah yang terburuk dari semua dosa.” Nafsu dapat menyebabkan kesalahan lainnya dan mereka yang dapat menahan diri pada akhirnya diberikan berkah. Berikut adalah kisah tentang seorang ayah yang bisa bersatu kembali dengan putranya yang hilang sebagai akibat dari perbuatan baiknya.

Di era Dinasti Qing, ada seorang pria bernama Tuan Yuan yang tinggal di Provinsi Shaanxi. Suatu hari, kerusuhan melanda daerah tersebut dan menyebabkan Tuan Yuan terpisah dari putranya dan akhirnya menetap di Jiangnan sendirian. Ingin memiliki ahli waris, ia memutuskan untuk memiliki seorang selir dan membayar seorang wanita muda untuk dibawa pulang. Tanpa diduga, wanita muda itu hanya duduk dan menangis. Tuan Yuan peduli padanya dan bertanya mengapa dia begitu sedih.

Wanita muda itu menjawab, “Keluargaku miskin dan hampir setiap hari kami kelaparan. Suamiku bahkan mencoba bunuh diri, jadi aku memutuskan untuk menjual diriku agar ia bisa hidup. Ketika memikirkan tentang masa-masa kita berdua bersama, hatiku sakit dan sedih.” Tuan Yuan merasa iba pada si wanita muda. Malam itu mereka berada di kamar yang sama, tetapi Tuan Yuan memilih untuk duduk sendiri hingga subuh.

Pagi berikutnya, Tuan Yuan menanyakan alamat rumah wanita itu dan mengembalikan si wanita muda ke suaminya. Dia tidak hanya memberi uang kepada mereka, tetapi dia juga memberi mereka 100 koin emas lagi untuk memulai usaha kecil. Pasangan muda itu bersyukur. Mereka membungkuk menangis sebelum pergi.

Sebagai rasa terima kasih mereka kepada Tuan Yuan, pasangan itu ingin membeli seorang gadis muda untuk dijadikan istri Tuan Yuan. Mereka mencari untuk waktu yang lama tetapi tidak dapat menemukan gadis yang cocok. Mereka kemudian pergi ke Yangzhou dan bertemu seseorang yang menjual seorang bocah lelaki di sana. Berpikir itu akan menjadi hadiah yang pantas untuk memberikan Mr. Yuan seorang pelayan, mereka membeli bocah itu. Mereka lalu membawanya ke rumah Tuan Yuan. Ketika Tuan Yuan keluar dan melihat, dia terkejut melihat di sana berdiri putranya yang hilang!

Keinginan Tuan Yuan untuk memiliki seorang istri tidak berarti dia kehilangan kesantunannya. Terlebih lagi, dia bersedia membantu pasangan itu dengan memberi mereka uang, yang membuat pasangan itu membawa kembali putranya yang hilang kepadanya. Apa yang menjadi milik kita akan kembali ke kita – itu adalah aturan emas yang tidak pernah salah. (visiontimes/eva)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI