Site icon NTD Indonesia

Pengembangan Diri: 4 Cara Menjadi Disiplin

Kunci untuk menjalani kehidupan yang bahagia adalah disiplin diri. Orang-orang yang tidak dapat mengendalikan perilaku mereka seringkali berakhir dengan kehancuran finansial atau psikologis. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa mereka yang memiliki pengendalian diri yang lebih baik akan lebih bahagia dibandingkan yang tidak. Mereka lebih mampu menghadapi konflik yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai sambil menghindari perilaku yang mungkin membahayakan kesehatan. Mereka juga menjadi lebih rasional ketika mengambil keputusan.

Pahami penolakan anda

Ketika orang mencoba membangun pengendalian diri, mereka segera mengetahui bahwa musuh terburuk adalah pikiran mereka sendiri. Karena itu, penting untuk memahami mengapa pikiran anda menolak upaya untuk menumbuhkan disiplin diri. Manusia cenderung melanjutkan perilaku atau kebiasaan lama tanpa mempedulikan seburuk apapun hal itu bagi mereka daripada berupaya mengubahnya.

Sebagai contoh, jika anda ketagihan minum minuman beralkohol dan mendapati diri anda tidak bisa berhenti, cobalah renungkan mengapa pikiran anda menentang upaya tersebut. Apakah anda minum karena tidak ada hal lain yang bisa dilakukan dalam hidup dan merasa kesepian? Jikalau demikian, cobalah menumbuhkan lingkaran sosial yang sehat atau tekuni hobi yang dapat sepenuhnya menyibukkan pikiran anda. Mengembangkan kebiasaan baru dapat membantu anda melepaskan diri dari perilaku lama. Anda tidak akan bisa mendisiplinkan diri sendiri kecuali jika anda bisa menemukan akar penyebab mengapa pikiran anda menolak upaya membangun pengendalian diri.  

Jalani hidup sehat

Ketika anda tidak makan dengan benar, mungkin akan sulit untuk membangun disiplin diri. Orang yang lapar cenderung mengalami kesulitan untuk berfokus pada apa pun. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa orang dengan gula darah rendah cenderung memiliki tekad yang lebih lemah. Jadi makanlah dengan baik dan sehat. Selain itu, cobalah ikut serta dalam program latihan fisik atau olahraga.

Memiliki tubuh yang bugar akan sangat membantu dalam memotivasi anda untuk mendisiplinkan pikiran. Ditambah lagi, karena anda telah mengikuti diet ketat dan rutinitas olahraga, pikiran anda akan terlatih untuk tetap teguh bertahan pada rencana semula. Dengan demikian, menjadi lebih mudah untuk berlatih disiplin diri dan akhirnya menguasai diri sendiri.

Rencana yang menyeluruh

Selalu punya rencana yang menyeluruh ketika mencoba mendisiplinkan pikiran. “Gambaran yang lebih besar” akan membantu anda tetap fokus pada peningkatan diri sendiri daripada bermalas-malasan. Misalnya, mungkin anda ingin menumbuhkan disiplin diri karena ingin menjadi seorang perwira polisi. Akademi polisi akan memecat pemalas sesegera mungkin. Karena itu, anda tidak akan bisa berhasil dengan sikap santai.

Misalnya, ingatkan selalu pada tujuan anda untuk menjadi petugas polisi. Tujuan jangka panjang ini akan bertindak sebagai jangkar di mana anda dapat bertahan ketika kegiatan-kegiatan disiplin diri menjadi terlalu membuat stress. Dalam kondisi normal, anda mungkin sudah menyerah. Tetapi keinginan untuk mencapai tujuan hidup anda akan sangat kuat sehingga pada akhirnya akan melupakan segala pemikiran tentang kegagalan dan kembali mendisiplinkan diri sendiri.

Hadiahi diri sendiri

Pikiran manusia selalu mencari sesuatu sebagai imbalan atas upaya yang dilakukan seseorang. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk menghadiahi diri sendiri dengan benar ketika mencapai tujuan akhir anda. Misalkan tujuan anda adalah meningkatkan kontrol diri sebaik mungkin sehingga bisa berhenti dari kecanduan media sosial. Jika anda terbiasa terpaku pada ponsel cerdas selama beberapa jam setiap hari dan telah berhasil menurunkannya menjadi kurang dari satu jam maka anda perlu memberi imbalan pada diri sendiri dengan cara tertentu.

Mungkin anda menginginkan permainan video baru yang ada di pasaran. Berbaik hatilah pada diri sendiri dan belilah permainan tersebut. Anda akan merasa puas berhasil memperoleh permainan tersebut dan akan termotivasi untuk memenuhi target berikutnya sehingga akan lebih mudah meningkatkan disiplin diri selangkah demi selangkah. (visiontimes/sia/eva)