Site icon NTD Indonesia

Pengorbanan Sang Pengantin di Hari Pernikahannya Berbuah Berkah

Pernikahan

Pernikahan. (Canva Pro)

Beberapa dekade yang lalu, seorang wanita muda yang baik hati dan berbakti berusia dua puluhan tinggal sendirian di daerah terpencil di Taishan, Taipei, karena pekerjaannya. Suatu pagi, dia menerima telepon mendadak dari ayahnya, yang memberitahukan bahwa dia akan menikah hari itu juga. Dia menginstruksikannya untuk segera bersiap-siap karena mobil pengantin pria akan tiba sekitar pukul 9 pagi untuk menjemputnya dan membawakan gaun pengantinnya.

Pertanyaan tanpa jawaban

Dia bertanya: “Siapa pengantin prianya?” Ayahnya dengan marah menjawab: “Ketika saya menyuruhmu menikah, kamu akan menikah. Apakah saya perlu meminta persetujuanmu?” Dia bertanya lagi: “Bagaimana dengan pekerjaan saya?” Ayahnya, yang bahkan lebih marah, menjawab: “Kamu akan menikah. Kamu tidak perlu bekerja!”

Mendengar nada marah ayahnya di ujung telepon, ia diam saja, bingung dengan siapa ia akan menikah. Dia belum pernah bertemu dengan mempelai pria dan tidak tahu seperti apa sikapnya. Dia duduk diam di meja riasnya dengan banyak pertanyaan tetapi tidak ada jawaban, menangis hingga hampir tidak bisa merias wajahnya.

Setelah beberapa saat, suara petasan dan klakson mobil membangunkannya dari kesedihan yang membisu. Setelah megenakan gaun pengantinnya, di tengah suara petasan, ia pun berangkat menuju tempat mempelai pria.

Konvoi mobil membentuk iring-iringan menuju Jembatan Chunghsing. Tak lama kemudian, mobil-mobil itu sampai di jembatan, di mana sebuah kecelakaan parah menyebabkan kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Beberapa orang berlari ke mobilnya, mengetuk jendela dan segera meminta bantuan.

Tindakan yang menyelamatkan nyawa

“Telah terjadi kecelakaan di depan! Seorang anak terbaring di genangan darah dan dalam kondisi kritis!” Mendengar hal ini, sang pengantin wanita dengan cepat bergegas menuju lokasi kecelakaan.”

“Oh, anak yang malang itu! Dia mengalami pendarahan hebat.” Dia segera membungkuk untuk menggendong anak itu, berbalik, dan berlari kembali ke mobil, dan segera meminta pengemudi untuk mundur dan melaju ke rumah sakit terdekat. Setelah mengatur perawatan anak tersebut, ia melihat dirinya sendiri dan melihat gaun yang tadinya berwarna putih kini bernoda merah oleh darah. Tanpa berpikir panjang, ia pun pergi ke rumah mempelai pria dengan gaunnya yang berlumuran darah.

Kedatangan di rumah pengantin pria

Setibanya di sana, mereka telah melewatkan waktu yang tepat. Semua orang terkejut ketika seseorang membuka pintu mobil untuk menyambut pengantin wanita. “Mengapa gaun pengantin putih Anda berlumuran darah?” Anggota keluarga pengantin pria semua berlari ke dalam, dan setelah beberapa saat, mereka menempatkannya di sebuah ruangan terpencil di lantai atas, di mana dia duduk sendirian.

Tak lama kemudian, mak comblang datang dan memberitahunya: “Setelah para tamu pergi, kami akan mengirim Anda kembali. Kami telah memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini.” Dia dengan putus asa memohon kepada mak comblang, mengatakan bahwa jika dia dipulangkan, dia akan menenggelamkan diri. Sang mak comblang tertegun dan tidak berkata apa-apa. Ketika malam semakin larut dan udara dingin mulai terasa, tidak ada seorang pun yang datang menemuinya. Dia tahu keluarganya telah menerima uang dari pernikahannya untuk membayar hutang ayahnya. Jika pernikahannya dibatalkan, situasi keuangan keluarganya akan memburuk. Semakin ia memikirkan hal itu, ia semakin sedih.

Saat fajar menyingsing, seorang pria yang muncul. Dia berkata dengan lembut: “Saat matahari terbit, kita akan pindah dan tinggal di tempat lain. Kamu tidak bisa tinggal di sini dengan berlumuran darah.” Dia sangat bersyukur bahwa pengantin pria tidak meninggalkannya. Pria itu memuji sikapnya yang tidak mementingkan diri sendiri dalam menyelamatkan anak itu dan mengagumi kebaikan hatinya, percaya bahwa dia pantas mendapatkan kehidupan yang bahagia. Menikahi wanita yang baik dan baik hati, baginya, merupakan sebuah berkah dalam hidup.

Menemukan kebenaran

Setahun kemudian, anak perempuan mereka lahir. Untuk membuat akte kelahiran, mereka harus membuat akte pernikahan terlebih dahulu karena sebelumnya mereka hanya menikah secara agama. Saat membuat akte, dia menemukan nama suaminya berbeda dari yang dikatakan ayahnya. Suaminya tertawa dan berkata: “Sepupukulah yang seharusnya menikahimu saat itu, tapi gaun pernikahanmu yang berdarah membuat dia dan orang tuanya takut. Awalnya, mereka berencana untuk segera memulangkanmu, tapi mak comblang mengatakan bahwa kamu akan bunuh diri karena ayahmu harus membayar hutang. Saya pikir itu kejam, dan karena melihatmu baik dan lembut, saya memutuskan untuk menikahimu dan membayarkan hutang ayahmu.”

Dia dilimpahi rasa syukur dan berterima kasih kepada suaminya setelah mendengar hal ini. Dua tahun kemudian, ia dan suaminya pergi ke Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan untuk mengunjungi seorang kerabatnya yang menderita kanker parah. Setelah meninggalkan bangsal, suaminya berkata: “Pasien itu adalah pria yang seharusnya menikah denganmu.” Dia teringat pepatah kuno: “Pernikahan diatur oleh Surga, bukan oleh manusia!”

Keluarga yang bahagia

Selama lebih dari 30 tahun, keluarga mereka hidup bahagia bersama. Kelima anak mereka patuh dan berprestasi, lulus dari universitas dan sekolah pascasarjana. Ada takhayul kuno yang mengatakan bahwa menikahi pengantin wanita dengan gaun pengantin berlumuran darah akan membawa kemalangan dalam pernikahannya, tetapi ternyata itu adalah kepercayaan yang sudah ketinggalan zaman dan benar-benar salah. Bagaimana mungkin ada orang yang tidak ingin menikahi wanita sebaik itu?

Sedangkan untuk pengantin wanita, dia percaya bahwa suaminya melakukan hal yang benar dengan menikahinya, dan waktu adalah bukti terbaik. Seandainya dia tidak menolong anak yang terluka itu, dia mungkin tidak akan memiliki pernikahan yang bahagia. Memang, kebaikan melahirkan kebaikan. (nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI