Pada musim panas tahun 2011, Cheng Defu, seorang pria berusia 66 tahun dari Kabupaten Dianjiang, Chongqing, mengalami kejadian yang luar biasa. Ia secara tidak sengaja dibawa ke dunia bawah, di mana ia berhadapan dengan Raja Neraka. Meskipun perjalanannya ternyata merupakan sebuah kesalahan — kasus salah identitas — ia justru berhadapan langsung dengan pelajaran mengerikan tentang moralitas, hukuman, dan penebusan dosa. Sekembalinya ke dunia orang hidup, Cheng ditugaskan untuk menyebarkan pelajaran ini kepada umat manusia.
Kesalahan identitas dan pertemuan yang menentukan
Kehidupan Cheng berubah setelah masa sulit dalam hubungan pribadinya. Putus asa dan patah hati setelah tiba-tiba berpisah dari istrinya, Cheng berusaha mencarinya. Dalam perjalanan pulang, saat berada di bus dekat desa bernama Xiakou, ia tiba-tiba merasakan tiga ketukan keras di dadanya. Dalam sekejap, ia tersapu oleh dua sosok yang tak terlihat, kecepatan mereka begitu cepat sehingga terasa seperti angin menderu melewati telinganya.
Ia segera mendapati dirinya berlutut di hadapan sosok agung di singgasana akhirat. Sosok itu memperkenalkan dirinya sebagai Raja Neraka. Ketika ditanya nama, usia, dan kota kelahirannya, jawaban Cheng mengejutkan Raja. Setelah membaca “Kitab Kehidupan dan Kematian,” Raja menyadari kesalahan fatal: Cheng Defu dari Dianjiang telah disamakan dengan pria lain, Chen Defu, seorang pendosa berusia 40 tahun dari Zhanjiang.
Raja Neraka segera memerintahkan untuk mengembalikan Cheng ke dunia. Namun sebelum mengizinkannya pergi, Raja memberinya tiga tugas penting.
Sebelum mengirim Cheng kembali, Raja Neraka menawarinya tur perjalanan ke dunia bawah untuk menyaksikan konsekuensi dosa-dosa duniawi. Meskipun 18 lapisan Neraka yang terkenal itu terlalu luas untuk dijelajahi secara keseluruhan, Cheng diperlihatkan hukuman yang paling ringan, yang membuatnya sangat terguncang.
Saat menyeberangi Jembatan Naihe yang berbahaya, Cheng melihat “lautan darah” yang tak terbatas, dipenuhi jiwa-jiwa yang menderita diserang buaya, ular, dan makhluk-makhluk ganas lainnya. Banyak dari jiwa-jiwa ini adalah pejabat atau pelayan masyarakat yang menyalahgunakan posisi kekuasaan mereka untuk keuntungan pribadi. Teriakan mereka untuk belas kasihan menyayat hati, tetapi keadilan di dunia bawah tidak kenal ampun.
Cheng juga diperlihatkan berbagai alat penyiksaan yang dirancang untuk menghukum para pendosa sesuai dengan pelanggaran spesifik mereka. Satu alat menahan pejabat korup yang telah menggelapkan dana publik. Daging mereka dipotong sepotong demi sepotong, melambangkan pembayaran kembali kekayaan mereka yang dicuri. Hukuman lain ditujukan kepada pedagang penipu yang menipu pelanggan dengan memberi mereka uang kembalian yang kurang; mereka juga menderita sesuai dengan kesalahan duniawi mereka.
Namun, pemandangan yang paling mengejutkan diperuntukkan bagi mereka yang sewaktu masih hidup terlibat dalam perselingkuhan atau perzinahan. Cheng melihat pria dan wanita yang telah melakukan hal tersebut menghadapi hukuman yang mengerikan, wajah mereka dimutilasi dengan cara yang melambangkan tindakan memalukan mereka.
Kesempatan kedua untuk berbuat baik
Setelah menyaksikan pemandangan yang mengerikan ini, Raja Neraka mengingatkan Cheng tentang tugasnya:
1. Memberi tahu yang hidup bahwa ada kehidupan setelah mati yang harus dihadapi untuk menghukum para pelaku kejahatan, dan mengingatkan manusia memastikan bahwa tidak ada dosa yang tidak dihukum.
2. Mendorong orang lain untuk melakukan perbuatan baik dan membantu mereka yang membutuhkan.
3. Membagikan apa yang telah dilihatnya di dunia bawah sebagai peringatan untuk menjauh dari perbuatan jahat dan merangkul kebajikan.
Saat Cheng bersiap untuk pergi, Raja menekankan pentingnya misinya. Saat berikutnya, Cheng terbangun di ruang gawat darurat rumah sakit.
Rasa terima kasih dan pelajaran yang dibagikan
Cheng mengetahui bahwa dia telah pingsan di bus dan dilarikan ke rumah sakit oleh pengemudi bus yang berpikir cepat, yang, dengan kerja sama para penumpang, memprioritaskan menyelamatkan hidupnya. Setelah sadar kembali, Cheng menceritakan perjalanannya di dunia lain dan pesan Raja Neraka kepada mereka yang telah membantunya. Tergerak oleh kisah Cheng, mereka merenungkan pentingnya berbuat baik dan menghindari kejahatan.
Pengalaman Cheng yang luar biasa menjadi pengingat universal: Tindakan Anda, baik atau buruk, membawa konsekuensi di luar kehidupan Anda saat ini. Dengan memilih untuk hidup dengan integritas, membantu orang lain, dan menghindari kesalahan, kita dapat menciptakan warisan kebajikan dan memastikan jalan yang lebih cerah bagi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Pelajaran dari perjalanannya mendorong setiap orang untuk merenungkan pilihan mereka dan berusaha menjalani hidup yang dibimbing oleh kebaikan dan keberanian moral. (nspirement)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini
Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations
VIDEO REKOMENDASI

