Budi Pekerti

PODCAST Harga Sebuah Mukjizat

Seorang gadis kecil memecahkan celengannya, lalu mengambil semua uang di dalamnya, kemudian diam-diam menyelinap keluar dari pintu belakang.

PODCAST

Dia pergi ke sebuah toko obat, lalu penjaga di sana bertanya kepadanya:
“Apa yang bisa saya bantu, gadis kecil?”

Anak itu menjawab:
“Saya ingin membeli mukjizat.”

“Maaf, mau beli apa nak?”

“Mukjizat, saya perlu mukjizat. Adik saya sakit parah dan Ayah berkata hanya mukjizat yang dapat menyembuhkannya sekarang. Jadi, saya ingin mendapatkan mukjizat untuknya. Ee..Berapakah harga sebuah mukjizat?”

Penjaga toko obat terkejut, dan dengan lembut menjawab:

“Maaf nak, kami tidak menjual mukjizat di sini.”

“Kalau begitu, tolong katakan pada saya, dimana toko yang menjual mukjizat? saya ingin membelinya. Saya akan beli dengan semua uang tabungan saya.”

Saat itu, ada seorang pria tua di sana yang mendengar percakapan mereka, pria tua itu bertanya kepada anak tersebut:

“Nak, kalau boleh tahu, mukjizat seperti apa yang dibutuhkan adikmu?”

Gadis kecil itu menatap si pria tua dengan pandangan polos dan sedih.

“Saya tidak tahu pak…. Saya hanya tahu, setiap hari adik saya kesakitan, ada sesuatu yang sangat buruk dan jahat di dalam kepalanya. Ayah sudah berusaha keras untuk menyembuhkannya, tapi adik tidak kunjung sembuh. Emm..Dokter bilang, dia harus dioperasi, tapi kami tidak punya uang untuk membayar biayanya. Jadi Ayah bilang, hanya mukjizatlah yang dapat menyelamatkannya. Sekarang saya ingin membeli mukjizat itu dengan semua uang tabungan yang saya miliki ini.”

“Oh, berapa banyak uang yang kamu miliki nak?”

Gadis kecil itu pun menghitung uang di tangannya, lalu berkata:

”Saya hanya punya lima ribu rupiah. Berapa ya harga mukjizat itu Pak? Apakah uang saya cukup..?”

Si pria tua itu berkata sambil tersenyum:
“Wah, kebetulan sekali, harga sebuah mukjizat itu memang segitu, dan kamu beruntung karena saya punya mukjizat yang kamu butuhkan.”

Pria tua itu kemudian mengambil uang dari tangan anak tersebut, lalu berkata:
“Ayo, bawa saya ke adikmu, kita lihat, mukjizat apa yang dia butuhkan.”

Ternyata pria tua itu adalah seorang direktur rumah sakit ternama.

Setelah melihat keadaan adik dari si gadis kecil itu, ia mengirim ambulans dan membawanya ke rumah sakit untuk segera dioperasi.

Operasi itu pun berjalan lancar, dan keadaan si adik membaik dengan cepat, sehingga ia diizinkan pulang setelah seminggu.

Ayah dari si gadis kecil tak henti-hentinya berterima kasih pada si direktur rumah sakit karena biaya operasi dan rumah sakit tidak dibebankan sama sekali pada mereka.

Namun direktur rumah sakit itu hanya tersenyum dan berkata:

“Jangan kuatir, Pak. Putri Anda telah membayarnya dengan ketulusan hatinya.”

Si Ayah yang penasaran pun bertanya pada putrinya apa yang telah ia lakukan. Sang putri dengan gembira dan bangga berkata:

Ayah, Ayah tahu? Dia itu penjual mukjizat lho Ayah! Aku bertemu dengannya di apotik. Dan aku membeli mukjizat yang ia jual dengan seluruh tabunganku!”

Tuhan itu ada dan selalu berada di samping kita. Saat kita membutuhkan pertolongannya, Tuhan akan memberikannya melalui orang-orang di sekitar kita dan melalui cara-cara-Nya yang tidak terduga.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

slot gacor