Budi Pekerti

PODCAST Kecelakaan akibat Kecerobohan

Ada sepasang suami istri yang telah 11 tahun menikah, dan akhirnya dikaruniai seorang putra. Mereka sangat menyayangi putranya tersebut.

PODCAST

Seiring berjalannya waktu, kini sang putra genap berusia 1 tahun. Dan ia sudah mulai bisa merangkak kemana-mana.

Suatu pagi, sang suami melihat sebuah ember besar yang penuh terisi dengan air di dekat kamar tidur mereka.

Karena tergesa- gesa hendak berangkat ke kantor, sang suami berkata:

“Istriku, ember pel itu apakah kamu yang menaruhnya disana? Nanti jangan lupa dibereskan ya!”

Sang istri pun menjawab: “Iya suamiku, nanti saya kerjakan ya.”

Namun, karena sibuk dengan urusan lain, sang istri pun lupa perihal ember tersebut.

Sesaat kemudian, sang putra yang sudah pintar merangkak itu melihat ember yang terisi air itu dan spontan bermain dengan air yang ada di dalamnya. Entah bagaimana, kakinya terpeleset genangan air di sekeliling ember itu dan ia pun jatuh terbalik ke dalam ember dengan kepalanya masuk terlebih dahulu.

Sang anak terjebak meronta ronta di dalam ember yang terisi air itu, dan tidak bisa mengeluarkan dirinya.

Sang istri yang mendengar suara gaduh, berlari ke arah sumber suara. Melihat anaknya yang tengah berjuang keluar dari dalam ember pel, ia panik, dan segera menariknya keluar, dan membawanya ke unit gawat darurat segera.

Namun, malang, karena paru-paru sang balita sudah penuh terisi dengan air, ia pun meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sang istri menangis tanpa henti, hatinya hancur berkeping-keping. Ia masih belum percaya kejadian itu bisa menimpa putra kesayangannya. Segera ia menelepon suaminya sambil terisak-isak, memintanya datang ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, sang suami terkejut melihat tubuh putranya telah kaku terbaring di tempat tidur.

Ia menangis dan menatap sang istri, lalu berkata:

“Apa yang terjadi?”

Istrinya menjelaskan kejadiannya sambil terisak-isak. Sang suami yang mendengarkannya, teringat akan ember pel yang ia lihat tadi pagi. Terbersitlah rasa penyesalan yang mendalam di dalam hatinya. Mudah sekali menyalahkan istrinya karena telah lupa membereskannya, namun ia tahu bahwa ia pun memiliki tanggung jawab besar. Ia tidak kuasa memarahi istrinya. Ia memeluk dan menghiburnya. Ia sadar, kesalahan ada di pihak mereka berdua, dan kini yang sangat dibutuhkan istrinya adalah penghiburan, dorongan semangat, cinta, dan simpati yang tulus darinya.

Sebuah kecelakaan tidak disebabkan oleh satu faktor, tapi banyak faktor terkait sebelumnya. Jangan mengabaikan hal-hal kecil, karena itu akan berkaitan dengan hal-hal besar dalam hidup Anda. Bersikap cermat dan hati-hati, adalah cerminan dari bentuk kepedulian dan tanggung jawab.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu