Ada seorang pria yang terkenal baik hati dan sering memberi bantuan kepada sanak saudara atau teman yang datang meminta tolong kepadanya.
PODCAST
Suatu hari, si pria ini jatuh sakit. Uangnya semakin lama semakin habis untuk biaya pengobatan, dan ia pun harus meminjam uang.
Ia pun pergi mendatangi teman dan saudara yang dulu pernah dibantunya. Tetapi ternyata, tidak ada satu pun dari mereka yang tergerak untuk membantu. Mereka beralasan, kondisi keuangan mereka juga sedang tidak baik, dan hanya bisa bersimpati.
Si pria merasa terpukul dan kecewa. Dari begitu banyak orang yang telah dibantunya, tidak ada seorang pun yang mau meminjamkan uang. Ia merasa mereka sungguh tidak tahu terima kasih.
Ia pun kembali ke rumah sakit dengan keadaan galau. Teman sekamarnya di rumah sakit melihat raut mukanya begitu murung, sehingga ia bertanya,
“Ada apa kawan? Apakah dokter memberitahumu kabar buruk?”
Pria itu pun mencurahkan isi hatinya pada teman sekamarnya itu. Setelah mendengar ceritanya, temannya itu tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Teman, kamu itu seperti tidak tahu sifat manusia saja! Makanya saat kamu membantu orang, kamu tidak boleh berpikir bahwa itu adalah hutang yang dipinjamkan! Saat kamu memberi bantuan, kamu harus memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun. Jika tidak bisa, sebaiknya kamu jangan memberikan bantuan apapun!”
Si pria ini pun menundukkan kepalanya dan hanya bisa mengakui dalam hati bahwa kata-kata teman sekamarnya itu adalah benar adanya.
Saat Anda membantu orang lain, hendaklah Anda berjiwa besar dan berpikir bahwa membantu adalah membantu, dan tidak mengharapkan timbal balik. Di masa depan, masalah yang kita hadapi adalah tanggung jawab kita sendiri, sehingga tidak perlu kecewa atau marah, bahkan menyalahkan orang lain, saat tidak ada yang mau membantu kita.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
