Ada seorang tuan tanah kaya raya, yang memiliki tanah yang sangat luas. Dia memiliki sepasang anak kembar, yaitu Tom dan Paul.
Kedua anak kembarnya sangat mirip, namun sifat mereka bagaikan dua kutub magnet yang berlawanan.
Paul sangat dermawan, sementara Tom sangat serakah.
Suatu hari, tuan tanah ini berpikir, bahwa sudah waktunya, bagi anak-anaknya, untuk mengurus tanahnya sendiri masing-masing.
Jadi dia memutuskan, akan membagi tanahnya menjadi dua bagian.
Dan dia akan membaginya secara adil, masing-masing anaknya akan mendapat satu bagian yang sama.
Paul setuju, namun Tom tidak.
Tom berkata: “Itu tidak adil Ayah, bagaimanapun juga saya lebih pintar, jadi saya pantas menerima bagian lebih besar.”
Pada akhirnya, tuan tanah ini memutuskan untuk mengadakan lomba.
Dia akan menyuruh kedua anaknya, untuk berjalan menyusuri tanahnya.
Keduanya diberi waktu, dari pagi hingga malam hari.
Dan keduanya harus sudah tiba di rumah, saat matahari terbenam.
Kemudian masing-masing akan mendapat bagian, sesuai dengan berapa jauh jarak yang mereka tempuh.
Setelah mengatakan rencananya, Tom dan Paul pun setuju.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, lomba itu dimulai.
Saat matahari terbit, kedua anak kembar tersebut berjalan di waktu yang bersamaan, masing-masing ke arah yang berlawanan.
Paul yang memang tidak serakah, berjalan dengan lambat.
Sementara Tom yang serakah, berjalan dengan sangat cepat.
Baru beberapa waktu saja, jarak yang mereka berdua tempuh, sudah berbeda cukup jauh.
Tom yang serakah, sudah menempuh jarak dua kali lipat daripada Paul.
Saat tengah hari, Paul berpikir bahwa sudah waktunya untuk kembali, agar dia bisa menempuh jarak yang sama, dan tiba di rumah sebelum matahari terbenam.
Sementara Tom, berpikir bahwa masih ada waktu yang tersisa, jadi saat tengah hari, dia masih terus saja berjalan cepat.
Sampai satu titik, Tom menjadi sangat kelelahan, jadi dia memutuskan, untuk berjalan kembali ke rumah.
Saat itu, matahari sudah hampir terbenam, dan Paul sudah sampai tiba di rumah.
Sementara Tom, masih terus saja berjalan pulang.
Karena jaraknya jauh dan dia sudah kelelahan, dia baru tiba di rumah saat tengah malam.
Akhirnya, Paul-lah yang menjadi pemenangnya.
Jika Anda tidak berupaya melawan keserakahan Anda sendiri, dan selalu memuaskan keserakahan tersebut, maka keserakahan itu akan semakin membesar, dan pada akhirnya, keserakahan hanya akan membuat Anda mengalami kerugian.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.


