Budi Pekerti

PODCAST Kisah Emosional Sepasang Suami Istri

Ada sepasang suami istri yang telah lama menikah. Awalnya pernikahan mereka sangat bahagia. Namun setelah beberapa tahun,
mereka menjadi sering bertengkar.

PODCAST

Suatu hari, tepat sebelum ulang tahun pernikahan mereka.

Mereka memutuskan untuk berdamai, dan kembali menjalani kehidupan yang bahagia sebagai suami istri.

Di pagi hari, Raju sang suami telah mengirimkan istrinya seikat bunga mawar yang indah.

Sang istri tersenyum dan menjalani harinya dengan perasaan senang. 

Namun, menjelang malam hari, Raju tak kunjung pulang. 

Istrinya yang telah menunggu di rumah untuk makan malam, merasa kesal.

Saat itulah, tiba-tiba telepon berdering:

“Selamat malam, ini dari kepolisian. Apakah benar ini rumah Bapak Raju?”

“Iya betul. Saya istrinya. Ada apa Pak?” tanya istri Raju dengan was-was.

“Maaf Bu, kami terpaksa menyampaikan berita buruk. Bapak Raju mengalami kecelakaan saat turun dari bus, dan saat hendak ditolong, ia telah meninggal. Kami menemukan identitasnya di dalam dompetnya. Apakah Anda bisa datang ke rumah sakit untuk melakukan identifikasi?” 

Telepon pun ditutup.

Sang istri merasa terguncang. Ia tidak mempercayai apa yang telah terjadi.

Baru saja ia berharap ia akan bisa memperbaiki pernikahannya, menjalani kesempatan kedua.

Walaupun ia sadar banyak pertengkaran dengan suaminya terjadi atas keegoisannya, namun ia terlalu sombong untuk meminta maaf. Tapi sekarang, hendak meminta maaf pun sudah tidak ada kesempatan.

Ia tahu ia harus ke rumah sakit, namun kakinya seperti goyah. Ia pun terpuruk di lantai menangis tersedu-sedu. 

Namun alangkah kagetnya ia saat pintu rumah tiba-tiba terbuka, dan muncullah wajah suaminya yang kelelahan. 

“R….r….. Raju….?” 

Sang suami tak kalah kagetnya melihat istrinya yang bersimbah air mata dan terpuruk di lantai. 

“Istriku… ada apa dengan dirimu?” 

Istri Raju merasa seperti dalam mimpi. Ia segera berdiri dan memeluk suaminya. 

“Sssttttt, sudah, jangan menangis lagi. Maafkan saya ya telat pulang ke rumah, kamu pasti cemas. Sebenarnya tadi saya lama di jalan karena dompet saya dicuri orang. Saya pergi ke kantor polisi dan membuat laporan akan kejadian ini, dan ternyata hal itu cukup memakan waktu…” 

Tidak ada yang bisa menjamin, bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk saling bertemu esok hari. Hargailah takdir pertemuan Anda dengan orang-orang di sekitar Anda, dan jalani hidup Anda bersama orang-orang yang Anda kasihi semaksimal mungkin.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.