Di sebuah hutan, ada seekor burung nuri yang sedang duduk di atas pohon. Dia tidak melakukan apapun sepanjang hari. Dia hanya duduk santai, dan saat ia merasa lapar, dia akan memakan buah yang tumbuh di pohon tersebut.
PODCAST
Seekor kelinci yang sering melihat burung nuri di atas pohon itu pun, merasa iri.
Ia berkata:
“Hai Nuri, seharian kamu hanya duduk santai tanpa bekerja dan bersusah payah untuk mencari makanan, sepertinya hidupmu sangat menyenangkan, bolehkah saya seperti kamu, hanya duduk santai sepanjang hari?”
Burung Nuri menjawab:
“Hahaha…tentu saja boleh kawan, mengapa tidak? Silahkan saja kamu duduk diam dan bersantai di bawah pohon ini!”
“Baiklah kawan!”
Jadi, si kelinci pun berlari menuju pohon tersebut, kemudian duduk di bawahnya dan beristirahat. Tak lama ia segera tidur, lupa bahwa ia harus selalu waspada terhadap para pemangsa di hutan itu.
Tak lama, datanglah seekor harimau lapar. Melihat seekor kelinci gemuk yang tertidur dengan tanpa perlindungan apapun, harimau pun tanpa ragu langsung menyergap dan memangsanya.
Dalam kehidupan, manusia juga dilahirkan dengan berbagai nasib. Bagi mereka yang bernasib kurang baik, seperti halnya si kelinci, harus terus-menerus bekerja, berusaha dan waspada terhadap para pemangsa.
Sementara yang dilahirkan dengan nasib lebih baik dan berkedudukan lebih tinggi mungkin tidak perlu melakukannya. Jangan terus-menerus menengok ke atas dan merasa iri, sebab rasa iri hati Anda itu akan menyebabkan kehancuran diri sendiri.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu


