Kemarin, saya bertemu Billy, seorang teman lama. Sudah 26 tahun sejak terakhir kami bertemu, dia sedang akan berbelanja, bersama seorang wanita yang muda dan menarik.
PODCAST
Saya terkejut ketika dia memperkenalkan, bahwa wanita itu adalah istrinya.
Melihat bagaimana mereka tertawa dan berbicara dengan bahagia, saya mengira mereka baru saja menikah.
Saya bertanya kepadanya:
“Sudah berapa lama kalian menikah?”
“Oh, kami sudah menikah selama 10 tahun,” katanya.
Saya agak ragu, namun setelah dipikir, saya juga sudah menikah selama 10 tahun, tapi istri saya tidak seperti itu, dia tampak tua dan lelah.
Saya bercanda dengan Billy:
“Kamu beruntung dapat istri yang masih muda dan cantik. Melihat keadaannya, pasti kamu menyewa orang untuk melakukan semua pekerjaan rumah tangga kan?”
Billy tersenyum dan berkata,
“Hahaha, tidak, istri saya terlihat seperti wanita yang santai, faktanya dia melakukan semua pekerjaan rumah tangga sendiri.”
“Mengapa dia terlihat muda dan cantik?” Tanya saya.
“Hmm,,, mungkin karena hal-hal kecil yang saya lakukan untuknya. Saya tidak pernah lupa mengecup keningnya sebelum berangkat kerja.”
Jika hujan dan dia sedang di luar, saya akan menjemputnya.
Jika tali sepatunya lepas, saya akan berlutut dan mengikatnya.
Saat dia lelah, saya akan memijatnya.
Kami saling memahami satu sama lain, dan kadang, bahkan sebelum dia selesai berbicara, saya sudah tahu apa yang dia maksud.”
Selesai berbicara dengannya, saya meminta nomornya dan pulang ke rumah, di dalam hati, saya merasa sedih.
Dalam perjalanan pulang saya bertanya dalam hati,
“Suami macam apa saya ini?”
Karena hanya saya yang bekerja mencari uang, saya berpikir bahwa segalanya harus sudah beres ketika saya pulang.
Saya pergi bekerja tanpa mencium istri, saya tidak pernah mengikat tali sepatu istri, saya bahkan marah, jika istri saya membeli suatu barang yang mahal untuk dirinya sendiri.
Kini saya sadar, bahwa saya tidak pernah perduli akan perasaannya.
Tidak tahu bahwa dia telah bekerja sangat keras, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sekaligus mengurus anak-anak.
Yang saya inginkan hanyalah segera pulang ke rumah dan memeluk istri saya, diiringi permintaan maaf yang tulus!
Sebuah pernikahan yang bahagia akan terefleksi pada diri sang istri.
Dengan cinta dan kasih sayang yang tulus dari suaminya, dia akan muda, cantik, penuh semangat dan positif,
jika tidak, maka sebaliknya dia akan terlihat tua dan lelah.
Jadi, seorang laki-laki sejati, haruslah membuat istrinya menjadi muda dan cantik!
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
