Budi Pekerti

PODCAST Nilai dari Sebuah Ketulusan

Suatu kali selama liburan, seorang murid di asrama sekolah, meminta ijin untuk pulang ke desanya.

Di dalam perjalanan, dia menemukan sebuah sumur yang airnya sangat jernih, kebetulan saat itu dia juga kehausan, jadi dia meminum air dari sumur tersebut.

Ternyata airnya sangat menyegarkan dan terasa manis.

Dia langsung teringat pada gurunya di asrama, dan bermaksud ingin membawakan air sumur itu untuk gurunya.

PODCAST

Jadi dia mengeluarkan sebuah kantong kulit, dan mengisinya dengan air sumur tersebut.

Dia kemudian berjalan kembali ke asrama sekolahnya.

Sampai di asrama, dia menceritakan semuanya kepada gurunya di sana, lalu kemudian menawarkan kantong kulit berisi air segar itu pada gurunya.

Sang guru meminumnya, tersenyum, lalu berkata: 

“Luar biasa, sungguh air ini terasa manis dan menyegarkan. Setelah meminumnya, saya merasa segar kembali.”

Sang murid merasa senang mendengar pujian gurunya. Lalu dia kembali meminta ijin untuk pulang ke desanya.

Setelah murid itu pergi, seorang murid lain di asrama yang mendengar percakapan mereka, datang menghampiri sang guru, dan menyatakan keinginannya untuk meminum air yang menyegarkan tersebut.

Sang guru kemudian memberikan kantong kulit itu kepadanya.

Segera setelah hanya sedikit meminumnya, murid itu berkata pada gurunya: 

“Guru, air ini sangat pahit, dan tidak menyegarkan sama sekali. Mengapa tadi guru memuji dia untuk air ini?”

Sang guru menjawab: 

“Nak, tidak penting apakah air ini manis dan menyegarkan atau tidak. Yang terpenting adalah perasaan dan ketulusan hati dari orang yang memberinya. Saat dia meminum air itu, dan merasakan kalau airnya manis dan menyegarkan, dia langsung teringat pada guru, dan ingin membagikan kesegaran air itu kepada guru. Perasaan dan ketulusan hatinyalah yang penting. Sama sepertimu, guru juga tahu air itu rasanya pahit, tapi mungkin saja perubahan air itu karena dia menaruhnya di sebuah kantong kulit. Dan karena jarak dari sumur itu ke tempat ini cukup jauh, mungkin saja rasa airnya berubah di tengah jalan. Tadi itu, guru bukan memuji air yang diberikan, tadi guru berterima kasih dan memuji ketulusan yang dia berikan untuk gurunya.” 

Dalam memberikan suatu benda kepada orang lain, ketulusan dan keikhlasan, adalah lebih penting dari benda itu sendiri.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan video kami:

Youtube ☛ www.youtube.com/ntdkehidupan
Dailymotion ☛ www.dailymotion.com/ntdkehidupan
Facebook ☛ https://web.facebook.com/ntdkehidupan​
Terhubung dengan kami di Twitter ☛ twitter.com/indonesia_ntd
Youmaker ☛ https://www.youmaker.com/c/ntdkehidupan

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

VIDEO REKOMENDASI