Site icon NTD Indonesia

PODCAST Pandangan Negatif Seorang Pemalas

Ilustrasi Pemalas

Ilustrasi Pemalas. (Screenshot Storyblocks)

Kisah Inspiratif: Pandangan Negatif Seorang Pemalas

Ada seorang pemuda yang sangat malas, Dia begitu malas, hingga bahkan untuk mendapatkan makanan untuk dirinya sendiri, dia tidak mau bekerja.

PODCAST

http://ntdindonesia.com/wp-content/uploads/2020/05/Pandangan%20Negatif%20Seorang%20Pemalas.mp3

Dia selalu mencari cara agar bisa mendapatkan makanan dengan gratis.

Suatu hari dia kelaparan, dan dia melihat ada sebuah kebun apel yang sedang berbuah. Diam-diam dia mencuri apel-apel tersebut dan memakannya.

Ketika sedang asyik memakan apel-apel tersebut, si pemilik kebun muncul, lalu berteriak dan berlari ke arahnya.

Pemuda ini kaget, dan dia langsung berlari. Dia terus berlari hingga jauh ke dalam hutan.

Tiba-tiba dia melihat seekor rubah yang cacat dan hanya memiliki dua kaki.

Dia melihatnya dan merasa bingung, bagaimana mungkin rubah ini bisa bertahan hidup?

Kakinya hanya 2, dia tidak mungkin bisa berburu, dan tidak mungkin bisa melarikan diri jika ada yang ingin memangsanya.

Tiba-tiba saja seekor harimau besar muncul.

Pemuda ini segera memanjat ke atas pohon.

Dari atas pohon, dia melihat hewan-hewan lain berhamburan, kecuali rubah yang cacat tersebut.

Dia berpikir, habislah riwayat rubah ini.

Namun di luar dugaan, harimau itu tidak memangsanya. Harimau itu justru meninggalkan sepotong kecil daging yang dibawanya, untuk dimakan oleh rubah cacat tersebut.

Melihat semua ini, si pemuda berkata dalam hati: 

“Wah, ini pasti petunjuk untuk saya. Pasti ini adalah jalan yang diberikan Tuhan untuk saya.” 

Setelah situasi aman, dia turun dan kembali ke desa.

Kali ini dia hanya duduk di gerbang desa dan berharap akan ada yang memberinya makanan.

Beberapa hari telah berlalu. Ada banyak orang yang melihatnya, namun tidak ada satupun yang memberinya makanan.

Akhirnya ada seorang pengelana yang melihatnya, dan merasa kasihan. Akhirnya ia memberi si pemuda sedikit roti untuk dimakan.

Pengelana itu lalu berkata: 

“Anak muda, kamu masih muda dan tidak kekurangan apapun di tubuhmu, mengapa kamu tidak bekerja untuk mendapat makanan?”

Pemuda ini menjawab: “Saya mendapat petunjuk dari Tuhan bahwa saya tidak perlu bekerja.” dan kemudian dia menceritakan tentang rubah cacat yang dilihatnya.

Si pengelana ini tertawa, kemudian berkata lagi: 

“Tepat sekali, itu memang petunjuk dari Tuhan untukmu. Sekarang,… pikirkan baik-baik, kamu pikir kamu adalah si harimau atau si rubah cacat? Coba kamu hitung kakimu itu utuh atau tidak?” 

Cara pandang Anda terhadap kehidupan menentukan nasib Anda sendiri. Tuhan telah memberikan kita segala kemampuan dan kekuatan yang kita butuhkan sesuai dengan rencana-Nya. Dengan memandang sesuatu lebih positif, niscaya hidup kita akan lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu